Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Harga Pertamax Naik, Kelas Menengah Kembali Kena Imbasnya

Harga Pertamax Naik, Kelas Menengah Kembali Kena Imbasnya

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID – SURAKARTA – Kenaikan harga bensin Pertamax kembali memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Naiknya harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp 16.250 per liter menimbulkan berbagai spekulasi di media sosial, mulai dari ancaman inflasi yang melonjak hingga kekhawatiran kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi akibat perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Namun, menurut pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, dampak kebijakan ini perlu dilihat secara lebih utuh dan proporsional.

Dosen Ekonomi UMS, Deni Aditya Susanto, S.E., M.Ec.Dev., menilai kenaikan harga Pertamax sebagai langkah yang secara fiskal cukup rasional. Menurutnya, pemerintah selama beberapa bulan terakhir telah menahan laju kenaikan harga BBM nonsubsidi meskipun harga energi global mengalami fluktuasi.“Kalau harga BBM nonsubsidi terus ditahan terlalu lama, ruang fiskal pemerintah akan semakin terbebani. Karena itu, penyesuaian harga menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan fiskal negara,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Meski demikian, Deni menegaskan bahwa dampak kenaikan harga Pertamax tidak dapat disamakan dengan kenaikan BBM subsidi seperti solar atau Pertalite yang langsung bersentuhan dengan aktivitas distribusi barang dan jasa.

Menurut Deni, salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat adalah lonjakan inflasi. Namun, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kenaikan BBM subsidi. Mayoritas kendaraan distribusi logistik masih menggunakan solar dan biodiesel yang memperoleh dukungan subsidi pemerintah. Karena itu, kenaikan harga Pertamax tidak langsung meningkatkan biaya distribusi kebutuhan pokok.

“Kalau yang naik adalah BBM subsidi yang digunakan untuk transportasi logistik, dampaknya akan langsung terasa pada harga beras, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara Pertamax lebih banyak digunakan kelompok menengah sehingga transmisi inflasinya lebih lambat,” jelasnya.

Ia memperkirakan inflasi akan meningkat secara bertahap melalui mekanisme ekonomi yang berlangsung perlahan. Kenaikan biaya transportasi pribadi masyarakat kelas menengah dapat memicu tuntutan kenaikan upah, yang kemudian direspons dunia usaha melalui penyesuaian biaya produksi dan harga barang.
Karena proses tersebut membutuhkan waktu, tekanan inflasi diperkirakan tidak akan melonjak secara drastis. Bahkan, menurutnya, inflasi nasional masih berpotensi terjaga pada level yang relatif aman.

Jika inflasi tidak menjadi ancaman utama, maka kelompok yang paling merasakan dampak langsung justru adalah kelas menengah. Deni menjelaskan bahwa kelompok pengguna Pertamax umumnya berasal dari masyarakat berpendapatan menengah yang tidak memperoleh tambahan pendapatan ketika harga BBM naik. Akibatnya, sebagian pendapatan yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan lain harus dialihkan untuk biaya transportasi. “Pendapatan tetap, tetapi biaya hidup meningkat. Di sinilah tekanan daya beli muncul,” katanya.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite. Berdasarkan berbagai survei konsumsi energi yang ia cermati, pengguna Pertamax diperkirakan sekitar 20 persen dari total konsumen BBM nasional.
Namun, tidak semua pengguna akan berpindah. Deni memperkirakan perpindahan konsumsi hanya berkisar 10-12 persen dari total pengguna Pertamax. Meski terlihat kecil, pergeseran tersebut dapat meningkatkan beban subsidi pemerintah hingga puluhan triliun rupiah. “Jika perpindahan konsumsi cukup besar, tambahan subsidi yang harus ditanggung negara diperkirakan berada pada kisaran Rp12 triliun hingga Rp29 triliun,” ungkapnya.

Dalam menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat, Deni menyarankan kelompok kelas menengah untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan. Ia menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
“Kalau memungkinkan, jangan hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Jika belum memungkinkan, maka pengeluaran yang perlu dikelola lebih hati-hati,” ujarnya.

Dosen Ekonomi UMS, Deni Aditya Susanto, S.E., M.Ec.Dev

Ia juga mendorong masyarakat untuk menunda konsumsi yang tidak mendesak, memperkuat tabungan, serta mengoptimalkan pengeluaran pada kebutuhan yang benar-benar penting. Namun demikian, Deni mengingatkan bahwa upaya berhemat tidak berarti menghentikan aktivitas konsumsi secara total. Belanja yang wajar tetap diperlukan agar roda ekonomi, terutama sektor UMKM dan usaha lokal, tetap bergerak.

Sebagai rekomendasi kebijakan, Deni menilai pemerintah perlu segera menyiapkan berbagai instrumen perlindungan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah. Salah satu opsi yang dinilai efektif adalah pemberian bantuan atau subsidi upah sebagaimana pernah dilakukan pada periode sebelumnya. Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi bantalan sementara sehingga kelompok pekerja formal memiliki waktu beradaptasi terhadap kenaikan biaya hidup.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu berhati-hati dalam menambah beban subsidi agar tidak mengganggu stabilitas fiskal dan kemampuan negara memenuhi kewajiban pembiayaan pada akhir tahun. Menutup keterangannya, Deni mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketenangan dan tidak memperkeruh situasi dengan spekulasi yang tidak berdasar.

“Ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya masih cukup baik. Inflasi terjaga, berbagai tekanan global bisa dilewati, dan ketahanan ekonomi kita semakin kuat. Yang terpenting sekarang adalah menjaga ketenangan, meningkatkan literasi, dan mengonsumsi BBM secara wajar tanpa kepanikan,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor : Amtsal Ajhar

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakornas MPKSDI di UMS Rumuskan Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah

    Rakornas MPKSDI di UMS Rumuskan Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas tersebut, salah satu pembahasan sidang komisi yaitu pemetaan kekuatan sekolah kader dan revitalisasi profil sekolah kader. Wakil Rektor III UMS sekaligus Wakil Ketua I MPKSDI PP Muhammadiyah , […]

  • Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah. Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai […]

  • Dorong Semangat Menulis, Kolaborasi Antara IMM Shabran UMS dengan Kalimahsawa.id dan Kabarmuh.id

    Dorong Semangat Menulis, Kolaborasi Antara IMM Shabran UMS dengan Kalimahsawa.id dan Kabarmuh.id

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUHD.ID, SURAKARTA – Kolaborasi antara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan media Kalimahsawa.id dan Kabarmuh.id menggelar kegiatan Capacity Building Workshop Kepenulisan Journalist di Ruang Seminar Pondok Shabran, Jumat (23/5). Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas kader dalam bidang kepenulisan berita dan esai di era media digital yang semakin berkembang pesat. Mengusung […]

  • Di Hadapan 6.000 Warga Muhammadiyah Sukoharjo, Mendikdasmen RI Tegaskan Komitmen Penguatan SDM dan Umumkan Bantuan Guru Honorer

    Di Hadapan 6.000 Warga Muhammadiyah Sukoharjo, Mendikdasmen RI Tegaskan Komitmen Penguatan SDM dan Umumkan Bantuan Guru Honorer

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo sukses menggelar Silaturahmi Akbar di Gedung IPHI Kabupaten Sukoharjo. Acara besar ini dihadiri sekitar 6000 warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru Sukoharjo pada sabtu, (3/4) dan diisi dengan tausiyah inspiratif dari Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Dalam ceramahnya, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan pentingnya penguatan nilai-nilai sosial […]

  • Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – SEBULU, Milad Muhammadiyah ke 108 yang berlangsung di Cabang Muhammadiyah Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara disemarakan dengan kegiatan senam bersama, pembagian sembako dan khitan massal. “Alhamdulillah pekan kemarin tepatnya hari ahad tanggal 22 November 2020 kita sudah melaksanakan kegiatan senam bersama dan pembagian 108 paket sembako serentak di Cabang Sebulu, Loa Janan dan Kota […]

  • Rektor UMS Silaturahmi dengan Wartawan, Perkuat Sinergi Pemberitaan Positif

    Rektor UMS Silaturahmi dengan Wartawan, Perkuat Sinergi Pemberitaan Positif

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., bersama jajaran Wakil Rektor menggelar silaturahmi bersama wartawan dari berbagai media. Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di kawasan Pabelan, Kartasura, ini menjadi momentum apresiasi UMS atas peran media dalam menyebarluaskan informasi kegiatan kampus kepada masyarakat. Harun menyampaikan kembali […]

expand_less