Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Harga Pertamax Naik, Kelas Menengah Kembali Kena Imbasnya

Harga Pertamax Naik, Kelas Menengah Kembali Kena Imbasnya

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID – SURAKARTA – Kenaikan harga bensin Pertamax kembali memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Naiknya harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp 16.250 per liter menimbulkan berbagai spekulasi di media sosial, mulai dari ancaman inflasi yang melonjak hingga kekhawatiran kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi akibat perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Namun, menurut pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, dampak kebijakan ini perlu dilihat secara lebih utuh dan proporsional.

Dosen Ekonomi UMS, Deni Aditya Susanto, S.E., M.Ec.Dev., menilai kenaikan harga Pertamax sebagai langkah yang secara fiskal cukup rasional. Menurutnya, pemerintah selama beberapa bulan terakhir telah menahan laju kenaikan harga BBM nonsubsidi meskipun harga energi global mengalami fluktuasi.“Kalau harga BBM nonsubsidi terus ditahan terlalu lama, ruang fiskal pemerintah akan semakin terbebani. Karena itu, penyesuaian harga menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan fiskal negara,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Meski demikian, Deni menegaskan bahwa dampak kenaikan harga Pertamax tidak dapat disamakan dengan kenaikan BBM subsidi seperti solar atau Pertalite yang langsung bersentuhan dengan aktivitas distribusi barang dan jasa.

Menurut Deni, salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat adalah lonjakan inflasi. Namun, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kenaikan BBM subsidi. Mayoritas kendaraan distribusi logistik masih menggunakan solar dan biodiesel yang memperoleh dukungan subsidi pemerintah. Karena itu, kenaikan harga Pertamax tidak langsung meningkatkan biaya distribusi kebutuhan pokok.

“Kalau yang naik adalah BBM subsidi yang digunakan untuk transportasi logistik, dampaknya akan langsung terasa pada harga beras, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara Pertamax lebih banyak digunakan kelompok menengah sehingga transmisi inflasinya lebih lambat,” jelasnya.

Ia memperkirakan inflasi akan meningkat secara bertahap melalui mekanisme ekonomi yang berlangsung perlahan. Kenaikan biaya transportasi pribadi masyarakat kelas menengah dapat memicu tuntutan kenaikan upah, yang kemudian direspons dunia usaha melalui penyesuaian biaya produksi dan harga barang.
Karena proses tersebut membutuhkan waktu, tekanan inflasi diperkirakan tidak akan melonjak secara drastis. Bahkan, menurutnya, inflasi nasional masih berpotensi terjaga pada level yang relatif aman.

Jika inflasi tidak menjadi ancaman utama, maka kelompok yang paling merasakan dampak langsung justru adalah kelas menengah. Deni menjelaskan bahwa kelompok pengguna Pertamax umumnya berasal dari masyarakat berpendapatan menengah yang tidak memperoleh tambahan pendapatan ketika harga BBM naik. Akibatnya, sebagian pendapatan yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan lain harus dialihkan untuk biaya transportasi. “Pendapatan tetap, tetapi biaya hidup meningkat. Di sinilah tekanan daya beli muncul,” katanya.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite. Berdasarkan berbagai survei konsumsi energi yang ia cermati, pengguna Pertamax diperkirakan sekitar 20 persen dari total konsumen BBM nasional.
Namun, tidak semua pengguna akan berpindah. Deni memperkirakan perpindahan konsumsi hanya berkisar 10-12 persen dari total pengguna Pertamax. Meski terlihat kecil, pergeseran tersebut dapat meningkatkan beban subsidi pemerintah hingga puluhan triliun rupiah. “Jika perpindahan konsumsi cukup besar, tambahan subsidi yang harus ditanggung negara diperkirakan berada pada kisaran Rp12 triliun hingga Rp29 triliun,” ungkapnya.

Dalam menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat, Deni menyarankan kelompok kelas menengah untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan. Ia menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
“Kalau memungkinkan, jangan hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Jika belum memungkinkan, maka pengeluaran yang perlu dikelola lebih hati-hati,” ujarnya.

Dosen Ekonomi UMS, Deni Aditya Susanto, S.E., M.Ec.Dev

Ia juga mendorong masyarakat untuk menunda konsumsi yang tidak mendesak, memperkuat tabungan, serta mengoptimalkan pengeluaran pada kebutuhan yang benar-benar penting. Namun demikian, Deni mengingatkan bahwa upaya berhemat tidak berarti menghentikan aktivitas konsumsi secara total. Belanja yang wajar tetap diperlukan agar roda ekonomi, terutama sektor UMKM dan usaha lokal, tetap bergerak.

Sebagai rekomendasi kebijakan, Deni menilai pemerintah perlu segera menyiapkan berbagai instrumen perlindungan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah. Salah satu opsi yang dinilai efektif adalah pemberian bantuan atau subsidi upah sebagaimana pernah dilakukan pada periode sebelumnya. Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi bantalan sementara sehingga kelompok pekerja formal memiliki waktu beradaptasi terhadap kenaikan biaya hidup.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu berhati-hati dalam menambah beban subsidi agar tidak mengganggu stabilitas fiskal dan kemampuan negara memenuhi kewajiban pembiayaan pada akhir tahun. Menutup keterangannya, Deni mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketenangan dan tidak memperkeruh situasi dengan spekulasi yang tidak berdasar.

“Ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya masih cukup baik. Inflasi terjaga, berbagai tekanan global bisa dilewati, dan ketahanan ekonomi kita semakin kuat. Yang terpenting sekarang adalah menjaga ketenangan, meningkatkan literasi, dan mengonsumsi BBM secara wajar tanpa kepanikan,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor : Amtsal Ajhar

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Kelompok 4 UIN Syekh Wasil Kediri Kunjungan ke Susteran Puteri Kasih sebagai Penguatan Moderasi Beragama

    Mahasiswa KKN Kelompok 4 UIN Syekh Wasil Kediri Kunjungan ke Susteran Puteri Kasih sebagai Penguatan Moderasi Beragama

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KEDIRI — Dalam rangka memperkuat nilai Moderasi Beragama, Mahasiswa KKN Kelompok 4 UIN Syekh Wasil Kediri yang melaksanakan KKN di Kelurahan Pakelan melakukan kunjungan edukatif ke Susteran Puteri Kasih yang berada di . Jl.Brawijaya, Pakelan, Kec. Kota, Kota Kediri, hari ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, toleransi, […]

  • UMS Kembangkan Aplikasi ARGeo Code untuk Pembelajaran Geometri Berbasis Augmented Reality

    UMS Kembangkan Aplikasi ARGeo Code untuk Pembelajaran Geometri Berbasis Augmented Reality

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dengan menghadirkan aplikasi ARGeo Code. Sebagai bagian dari proses pengembangan, tim melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama para guru di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat. Tim peneliti terdiri atas Dr. Yulia Maftuhah Hidayati, Dr. Muhammad Noor Kholid, Wahyu Ratnawati, M.Pd., […]

  • Bangun Ruang Publik Inklusif, Mahasiswa Ilkom UMS Gaungkan Kampanye “Kawan Netra”

    Bangun Ruang Publik Inklusif, Mahasiswa Ilkom UMS Gaungkan Kampanye “Kawan Netra”

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menumbuhkan empati, pemahaman serta kesetaraan bagi penyandang disabilitas Tunanetra. Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kampanye sosial bertajuk “Kawan Netra” yang berlangsung di Car Free Day (CFD) Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ketua Tim, Fita Azzahra Ulya mengungkapkan […]

  • Perawat Lulusan Muhammadiyah Diminati Luar Negeri karena Rajin dan Sopan

    Perawat Lulusan Muhammadiyah Diminati Luar Negeri karena Rajin dan Sopan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) semakin memperluas kiprahnya di kancah global dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama PT. Al Habib Global Talent / PT. Timur Raya Jaya dan Perekrutan 100 Perawat bekerja di Saudi Arabia pada Jum’at (3/10) bertempat di Ruang Sidang BPH lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kerja sama ini membuka […]

  • Mahasiswa Lintas Iman Perkuat Kolaborasi dalam NATIONAL YOUTH INTERFAITH LEADERSHIP FORUM SUMATERA UTARA 2026

    Mahasiswa Lintas Iman Perkuat Kolaborasi dalam NATIONAL YOUTH INTERFAITH LEADERSHIP FORUM SUMATERA UTARA 2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Medan – Semangat kolaborasi lintas iman dan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup mewarnai pelaksanaan *NATIONAL YOUTH INTERFAITH LEADERSHIP FORUM SUMATERA UTARA 2026* yang mengusung tema “Sinergi Inklusif Ekospiritual Mahasiswa”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 Mei 2026 di Aula Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dan diikuti oleh 34 peserta dari berbagai latar belakang organisasi, […]

  • Menteri Dikdasmen Abdul Mukti Hadiri Tablig Akbar di RS PKU Muhammadiyah Solo

    Menteri Dikdasmen Abdul Mukti Hadiri Tablig Akbar di RS PKU Muhammadiyah Solo

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Solo – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyatakan Muhammadiyah telah secara riil menghadirkan kemakmuran khususnya melalui berbagai amal usaha yang tersebar di Tanah Air. Muhammadiyah memberi kemakmuran kepada para karyawan dan keluarga serta menggerakkan ekonomi kepada masyarakat secara luas. Bahkan peran-peran Muhammadiyah membantu pemerintah menghadirkan kemakmuran itu diakui Ketua Umum Pengurus […]

expand_less