
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id turut berkontribusi dalam transformasi pelayanan publik berbasis digital melalui Program Magang Mandiri di Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Ponorogo, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur.
Melalui program tersebut, mahasiswa mendukung implementasi SIJATIL (Sistem Informasi Jaringan Transaksi Integrasi Layanan Mitra Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor), sebuah inovasi yang dikembangkan untuk memperluas akses layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dua mahasiswa FEB UMS yang mengikuti Program Magang Mandiri di UPT PPD Ponorogo ialah Anindya Pautri Annora (B100240434) dan Pebrianti Nurul Azizah (B100240459). Selama menjalankan program magang, keduanya terlibat aktif dalam berbagai kegiatan lapangan sebagai implementasi pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan pelayanan publik.
“Kami tidak hanya mempelajari proses administrasi pelayanan PKB, tetapi juga melakukan observasi, pendampingan, dokumentasi, analisis proses bisnis, serta pengumpulan data pada jaringan Mitra Layanan Pembayaran PKB yang telah tergabung dalam ekosistem SIJATIL,” ungkap Anindya, Rabu, (22/7/2026).
Melalui pendampingan langsung kepada mitra layanan, mahasiswa UMS memperoleh pengalaman mengenai mekanisme pembayaran PKB, pola kerja sama dengan mitra pembayaran, hingga strategi peningkatan akses layanan kepada masyarakat.
Selain memberikan pengalaman praktik, kegiatan magang juga menghasilkan berbagai rekomendasi berbasis kajian akademik yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan SIJATIL secara berkelanjutan. Hasil observasi mahasiswa turut memberikan masukan bagi penguatan efektivitas pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, kecepatan, dan akuntabilitas.
Kepala UPT PPD Ponorogo, Sartono, S.Sos, mengapresiasi semangat dan kontribusi mahasiswa UMS selama mengikuti Program Magang Mandiri. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan inovasi pelayanan publik.
“Kami mengapresiasi semangat, dedikasi, dan profesionalisme mahasiswa Magang Mandiri UMS yang telah menjadi bagian dari pengembangan Inovasi SIJATIL. Kehadiran mereka tidak hanya untuk memenuhi proses akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui observasi, analisis, dan pendampingan langsung kepada Mitra Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di berbagai titik pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi mampu menghasilkan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Sartono.
Ia menilai, aktualisasi yang dilakukan mahasiswa di lapangan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai tata kelola pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan daerah, sementara organisasi mendapatkan berbagai masukan objektif untuk penyempurnaan inovasi pelayanan.
“Aktualisasi yang dilakukan mahasiswa di lapangan menjadi pengalaman yang sangat berharga, baik bagi mahasiswa maupun organisasi. Mahasiswa memperoleh pembelajaran nyata mengenai tata kelola pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan daerah, sementara kami mendapatkan berbagai masukan objektif yang dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan Inovasi SIJATIL. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah,” lanjutnya.
Sartono juga menegaskan bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan.
“Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi, tetapi juga memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, mitra layanan, dan dunia pendidikan. Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi bagian penting dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta memberikan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas kepada masyarakat,” tuturnya.
Program Magang Mandiri ini menjadi wujud sinergi antara Bapenda Provinsi Jawa Timur melalui UPT PPD Ponorogo dengan UMS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pengembangan inovasi pelayanan publik.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menciptakan pelayanan publik yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Timur melalui optimalisasi pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor. (Fika/Humas)
Editor: Nurul Ramadhani



