Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Membangun Pengetahuan Karst yang Berkeadilan, Diskusi Lintas Ilmu Digelar di Yogyakarta

Membangun Pengetahuan Karst yang Berkeadilan, Diskusi Lintas Ilmu Digelar di Yogyakarta

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Sejumlah akademisi, pegiat lingkungan, hingga tokoh lintas iman berkumpul dalam sebuah diskusi terfokus bertajuk “Mencari Jalan Konstruksi Pengetahuan Lokal tentang Karst” di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (18/6/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, ini digelar secara hybrid dengan tujuan membangun fondasi ilmu yang lebih adil dan partisipatif, khususnya terkait kawasan karst Gunung Sewu.

Diskusi ini berangkat dari kegelisahan terhadap dominasi sains Barat yang dinilai eksploitatif dan seringkali mengabaikan pengetahuan lokal serta hak masyarakat tempatan. Dengan latar semangat dekolonisasi pengetahuan dan inspirasi dari gerakan ekofeminisme, para peserta membahas pentingnya keadilan ekologis dan sosial dalam membangun konstruksi pengetahuan baru.

Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan rangkaian dari program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE) – Eco Bhinneka Muhammadiyah, yang akan dijalankan selama dua tahun dengan tiga pilar utama: ecoliterasi, advokasi kampanye, dan ecososiopreneur.

“Kami sadar tidak bisa mengerjakan semua hal. Di tengah perjuangan besar ini, kami hanya mengambil satu bagian kecil—kontribusi kami adalah riset partisipatif dengan pendekatan keadilan iklim dan ecofeminisme. Yang penting bagi kami adalah melihat langsung apa yang benar-benar terjadi di komunitas, terutama dampaknya terhadap perempuan dan anak-anak, serta mempelajari bagaimana bentuk perlawanan kolektif perempuan dalam menghadapi situasi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hening menekankan pentingnya membangun kekuatan bersama melalui pendekatan partisipatif. “Program ini hanya dua tahun, tentu pendek untuk kerja advokasi. Karena itu, kami mulai dari partisipasi komunitas dan rencana diskusi dengan para ahli. Seperti perjuangan teman-teman di Kendeng, setiap fase akan menghasilkan data yang menjadi jejak historis,” ungkapnya.

David Effendi, Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, menyatakan bahwa riset-riset yang dilakukan adalah untuk memperkuat advokasi jangka panjang. “Ini bagian dari upaya menyambung nafas perjuangan masyarakat, terutama di Pracimantoro. Muhammadiyah akan melibatkan akademisi dan para ahli agar praktik pembangunan yang mengorbankan manusia dan lingkungan tidak terus menjadi normal atas nama pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Menurutnya, advokasi lingkungan harus bertumpu pada realitas dan bukti yang teruji di lapangan. “Muhammadiyah ingin memperluas ruang-ruang advokasi, termasuk melalui peran tokoh agama, agar suara keberpihakan yang berbasis fakta bisa hadir di ruang publik. Ini adalah bagian dari ikhtiar kolektif kita untuk menjaga keadilan dan keberlanjutan ekosistem. Kami berharap, dalam dua tahun ke depan, hasil riset ini dapat memberikan arah yang jelas dalam memperkuat perjuangan warga,” tegasnya.

Yayum Kumai, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah – Daerah Istimewa Yogayakarta, mengingatkan bahwa perjuangan ini bukan pekerjaan sebentar dan tak bisa dilakukan sendiri. “Satu organisasi tak mungkin memikul beban advokasi sendirian. Dari Muhammadiyah, kami ingin berperan dalam membangun cerita—mengangkat pengetahuan dan narasi dari masyarakat menjadi produk yang bisa digunakan dan disuarakan ke pemerintah serta pihak terkait,” katanya.

Menurutnya, kerja ini membutuhkan proses panjang dan komitmen bersama. “Kita butuh perjuangan kolektif untuk membangun keadilan. Paradigma yang kami pakai adalah ecofeminisme, yang berbasis pada hak—baik hak masyarakat lokal, lingkungan, maupun perempuan. Kami ingin mengajak semua pihak berpikir bersama: apakah mungkin membangun pengetahuan karst yang adil, dan bagaimana kita bisa melakukannya secara gotong royong? Apa keunggulan naratif dari kawasan karst yang bisa kita bawa ke ruang publik?” ujarnya memantik diskusi.

Pandangan senada juga disampaikan Suryo, warga Karst Gunung Sewu. Kecintaan dan kepeduliannya terhadap ekosistem karst tumbuh setelah dirinya mengenyam pendidikan sarjana di bidang geografi. Pengetahuan inilah yang menuntunnya untuk aktif dalam kampanye kelestarian karst. Dia pun mengusulkan supaya keberadaan Museum Karst Indonesia dan Kawasan Karst Gunung Sewu semakin diaktifkan untuk menjadi sarana pembelajaran semua orang, sehingga tidak ada pengrusakan lingkungan di sana.

Sejumlah nama penting lain hadir memberikan pandangan forum ini, di antaranya seperti Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Prof. Sulistyawati dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Hillary Reinhart dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), ahli geologi dan speleology Petrasa Wacana dari Indonesia Speleological Society, periset air Solahudin dari Arsitertur Komunitas (Arkom), serta warga kawasan Karst Gunung Sewu. Mereka memberikan pandangan dari berbagai sudut keilmuan—dari sosiologi, geografi, hukum, hingga kesehatan masyarakat.

Ahli kesehatan lingkungan Prof. Sulistyawati menjelaskan secara rinci hubungan antara kerusakan alam dan dampak-dampaknya pada kesehatan manusia. Hanya pada satu elemen air saja, misalnya. Kualitas dan kuantitas air yang terdampak dari kerusakan lingkungan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit (waterborne desease). Ini belum termasuk dampak turunan tidak langsung yang bisa berujung pada malnutrisi dan kehancuran ekonomi masyarakat. Pada kasus kerusakan lingkungan akibat pertambangan, dampaknya semakin besar, seperti konflik. Dalam bidang kesehatan masyarakat, ternyata konflik sosial dinilai berhubungan erat tingkat kesehatan masyarakat yang menurun dan mengancam kelompok perempuan lebih besar.

Diskusi yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung hingga siang hari. Selain paparan ahli, forum juga menyusun langkah konkret, salah satunya menyusun roadmap riset partisipatif untuk wilayah karst serta menjalin kolaborasi lintas institusi.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aisyiyah Jepara dorong efisiensi energi dan pengurangan risiko bencana, teguhkan peran perempuan sebagai penjaga bumi di tengah krisis iklim.

    Aisyiyah Jepara dorong efisiensi energi dan pengurangan risiko bencana, teguhkan peran perempuan sebagai penjaga bumi di tengah krisis iklim.

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JEPARA — Upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga bumi dan menumbuhkan kesadaran mitigasi bencana menjadi sorotan dalam kegiatan Triwulan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara yang digelar Ahad (5/10/2025), bertepatan dengan 13 Rabi’ul Akhir 1447 H. Acara berlangsung di SMA Muhammadiyah Mayong dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pimpinan cabang ‘Aisyiyah (PCA), unsur […]

  • Kiai Fathurrahman Kamal: Suara Rakyat, Suara Tuhan?

    Kiai Fathurrahman Kamal: Suara Rakyat, Suara Tuhan?

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Oleh: Fathurrahman Kamal Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Eforia dalam suatu perhelatan politik elektoral hal yang biasa terjadi. Namun, ungkapan retorik-romantik “Suara Rakyat adalah Suara Tuhan” , yang berasal dari bahasa Latin “Vox Populi Vox Dei” : mengandung cacat secara filosofis (logical fallacy), terlebih lagi dalam timbangan akidah & keimanan seorang muslim. Tuhan tak sepantasnya […]

  • SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    SUMU Sukses Gelar Kopdar Venture Capital Academy, Bahas Strategi Menggalang Investasi

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sukses menggelar Kopi Darat (Kopdar) Venture Capital Academy di Burza Hotel Yogyakarta pada Sabtu (19/4/25). Acara ini dihadiri oleh 50 pengusaha dari berbagai daerah yang tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai dunia venture capital dan menambah wawasan opsi pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka. Kopdar Venture Capital Academy ini […]

  • Apa yang Salah dari Belajar Online?

    Apa yang Salah dari Belajar Online?

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    Oleh: Andi Rezti Maharani*   Tahun ini kelak akan dikenang sebagai tahun yang banyak memakan korban. Mulai korban dari pandemi, bencana alam, PHK, demo RUU Cipta Kerja, sekolah online dan masih banyak lagi. Tentu kita berharap agar pandemi ini segera berlalu dan semuanya dapat kembali seperti sedia kala. Di balik kesedihan dan kesulitan selau ada […]

  • Bahaya Narsistik di Kalangan Kader IMM

    Bahaya Narsistik di Kalangan Kader IMM

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Oleh: Hanif Syairafi Wiratama, Kader IMM Shabran UMS Pada  era modern perdetik ini kita disuguhkan beberapa fenomenologi, yang kemudian mungkin sangat kental dikalangan kita pelajar bahkan mahasiswa, yakni narsistik. Apa itu narsistik salah satu gangguan mental yang membuat pengidapnya merasa sangat penting dan harus dikagumi. Mereka juga hampir selalu merasa lebih baik ketimbang orang lain. […]

  • Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.580
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – SEBULU, Milad Muhammadiyah ke 108 yang berlangsung di Cabang Muhammadiyah Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara disemarakan dengan kegiatan senam bersama, pembagian sembako dan khitan massal. “Alhamdulillah pekan kemarin tepatnya hari ahad tanggal 22 November 2020 kita sudah melaksanakan kegiatan senam bersama dan pembagian 108 paket sembako serentak di Cabang Sebulu, Loa Janan dan Kota […]

expand_less