Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Membangun Pengetahuan Karst yang Berkeadilan, Diskusi Lintas Ilmu Digelar di Yogyakarta

Membangun Pengetahuan Karst yang Berkeadilan, Diskusi Lintas Ilmu Digelar di Yogyakarta

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Sejumlah akademisi, pegiat lingkungan, hingga tokoh lintas iman berkumpul dalam sebuah diskusi terfokus bertajuk “Mencari Jalan Konstruksi Pengetahuan Lokal tentang Karst” di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (18/6/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, ini digelar secara hybrid dengan tujuan membangun fondasi ilmu yang lebih adil dan partisipatif, khususnya terkait kawasan karst Gunung Sewu.

Diskusi ini berangkat dari kegelisahan terhadap dominasi sains Barat yang dinilai eksploitatif dan seringkali mengabaikan pengetahuan lokal serta hak masyarakat tempatan. Dengan latar semangat dekolonisasi pengetahuan dan inspirasi dari gerakan ekofeminisme, para peserta membahas pentingnya keadilan ekologis dan sosial dalam membangun konstruksi pengetahuan baru.

Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan rangkaian dari program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE) – Eco Bhinneka Muhammadiyah, yang akan dijalankan selama dua tahun dengan tiga pilar utama: ecoliterasi, advokasi kampanye, dan ecososiopreneur.

“Kami sadar tidak bisa mengerjakan semua hal. Di tengah perjuangan besar ini, kami hanya mengambil satu bagian kecil—kontribusi kami adalah riset partisipatif dengan pendekatan keadilan iklim dan ecofeminisme. Yang penting bagi kami adalah melihat langsung apa yang benar-benar terjadi di komunitas, terutama dampaknya terhadap perempuan dan anak-anak, serta mempelajari bagaimana bentuk perlawanan kolektif perempuan dalam menghadapi situasi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hening menekankan pentingnya membangun kekuatan bersama melalui pendekatan partisipatif. “Program ini hanya dua tahun, tentu pendek untuk kerja advokasi. Karena itu, kami mulai dari partisipasi komunitas dan rencana diskusi dengan para ahli. Seperti perjuangan teman-teman di Kendeng, setiap fase akan menghasilkan data yang menjadi jejak historis,” ungkapnya.

David Effendi, Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, menyatakan bahwa riset-riset yang dilakukan adalah untuk memperkuat advokasi jangka panjang. “Ini bagian dari upaya menyambung nafas perjuangan masyarakat, terutama di Pracimantoro. Muhammadiyah akan melibatkan akademisi dan para ahli agar praktik pembangunan yang mengorbankan manusia dan lingkungan tidak terus menjadi normal atas nama pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Menurutnya, advokasi lingkungan harus bertumpu pada realitas dan bukti yang teruji di lapangan. “Muhammadiyah ingin memperluas ruang-ruang advokasi, termasuk melalui peran tokoh agama, agar suara keberpihakan yang berbasis fakta bisa hadir di ruang publik. Ini adalah bagian dari ikhtiar kolektif kita untuk menjaga keadilan dan keberlanjutan ekosistem. Kami berharap, dalam dua tahun ke depan, hasil riset ini dapat memberikan arah yang jelas dalam memperkuat perjuangan warga,” tegasnya.

Yayum Kumai, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah – Daerah Istimewa Yogayakarta, mengingatkan bahwa perjuangan ini bukan pekerjaan sebentar dan tak bisa dilakukan sendiri. “Satu organisasi tak mungkin memikul beban advokasi sendirian. Dari Muhammadiyah, kami ingin berperan dalam membangun cerita—mengangkat pengetahuan dan narasi dari masyarakat menjadi produk yang bisa digunakan dan disuarakan ke pemerintah serta pihak terkait,” katanya.

Menurutnya, kerja ini membutuhkan proses panjang dan komitmen bersama. “Kita butuh perjuangan kolektif untuk membangun keadilan. Paradigma yang kami pakai adalah ecofeminisme, yang berbasis pada hak—baik hak masyarakat lokal, lingkungan, maupun perempuan. Kami ingin mengajak semua pihak berpikir bersama: apakah mungkin membangun pengetahuan karst yang adil, dan bagaimana kita bisa melakukannya secara gotong royong? Apa keunggulan naratif dari kawasan karst yang bisa kita bawa ke ruang publik?” ujarnya memantik diskusi.

Pandangan senada juga disampaikan Suryo, warga Karst Gunung Sewu. Kecintaan dan kepeduliannya terhadap ekosistem karst tumbuh setelah dirinya mengenyam pendidikan sarjana di bidang geografi. Pengetahuan inilah yang menuntunnya untuk aktif dalam kampanye kelestarian karst. Dia pun mengusulkan supaya keberadaan Museum Karst Indonesia dan Kawasan Karst Gunung Sewu semakin diaktifkan untuk menjadi sarana pembelajaran semua orang, sehingga tidak ada pengrusakan lingkungan di sana.

Sejumlah nama penting lain hadir memberikan pandangan forum ini, di antaranya seperti Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Prof. Sulistyawati dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Hillary Reinhart dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), ahli geologi dan speleology Petrasa Wacana dari Indonesia Speleological Society, periset air Solahudin dari Arsitertur Komunitas (Arkom), serta warga kawasan Karst Gunung Sewu. Mereka memberikan pandangan dari berbagai sudut keilmuan—dari sosiologi, geografi, hukum, hingga kesehatan masyarakat.

Ahli kesehatan lingkungan Prof. Sulistyawati menjelaskan secara rinci hubungan antara kerusakan alam dan dampak-dampaknya pada kesehatan manusia. Hanya pada satu elemen air saja, misalnya. Kualitas dan kuantitas air yang terdampak dari kerusakan lingkungan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit (waterborne desease). Ini belum termasuk dampak turunan tidak langsung yang bisa berujung pada malnutrisi dan kehancuran ekonomi masyarakat. Pada kasus kerusakan lingkungan akibat pertambangan, dampaknya semakin besar, seperti konflik. Dalam bidang kesehatan masyarakat, ternyata konflik sosial dinilai berhubungan erat tingkat kesehatan masyarakat yang menurun dan mengancam kelompok perempuan lebih besar.

Diskusi yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung hingga siang hari. Selain paparan ahli, forum juga menyusun langkah konkret, salah satunya menyusun roadmap riset partisipatif untuk wilayah karst serta menjalin kolaborasi lintas institusi.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Autentisk casinoaction hos Rainbet Casino for nordiske brukere

    Autentisk casinoaction hos Rainbet Casino for nordiske brukere

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Hos Rainbet Casino kan vi virkelig engasjere oss i en engasjerende spillreise skreddersydd for skandinaviske spillere https://rain-bet.eu/no-no/. Med et stort spektrum av tradisjonelle bordspill og engasjerende slotmaskiner finnes det et spill for enhver smak. I tillegg forsterker de fantastiske tilbudene og tilleggene våre mulige gevinster betydelig. Men det handler ikke bare om spillene og tilbudene; […]

  • Balikpapan Tahun 2050

    Balikpapan Tahun 2050

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.689
    • 0Komentar

    | Balikpapan Tahun 2050 | ditulis oleh : Rissa |   “Iya Nak. Sabar aja dulu disana. Nanti Bunda jemput jika kondisi disini sudah agak membaik.” Jelas Bunda “Tapi Bunda, Kia kuliah disana. Kia tidak betah lama-lama di sini!” Bantahku “Azkiya! Tapi kondisi disini masih sangat parah, Nak! Sabar. Kuliah bisa ditunda.” Tiba-tiba Bunda mematikan telepon. […]

  • UMS Gelar Play-Based Fun Activities di Korea Selatan, Perkuat Identitas Anak Muslim Diaspora

    UMS Gelar Play-Based Fun Activities di Korea Selatan, Perkuat Identitas Anak Muslim Diaspora

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan kiprah globalnya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI). Mengusung tema “Play-Based Fun Activities bagi Anak-Anak Muslim di Korea Selatan”, kegiatan ini melibatkan anak-anak dari komunitas Muslim Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Secara teknis, kegiatan ini dipimpin oleh Qonitah Faizatul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., […]

  • MPKSDI se-Solo Raya Perkuat Sinergi Perkaderan Lewat Rapat Koordinasi di Wonogiri

    MPKSDI se-Solo Raya Perkuat Sinergi Perkaderan Lewat Rapat Koordinasi di Wonogiri

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Wonogiri – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor PDM Wonogiri, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum silaturahim sekaligus ajang berbagi perkembangan dan inovasi program perkaderan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya. Rakor tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari Pengurus […]

  • Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

    Peringati Hari Kusta Sedunia, FK UMS Gelar Diskusi Penyakit Kusta Ajak Masyarakat Ubah Stigma Menuju Empati

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dengan kasus penyakit kusta dengan total 12.798 kasus baru terutama pada daerah-daerah tropis. Menjawab hal tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan seminar online kesehatan dalam rangka memperingati hari kusta sedunia sekaligus meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai kusta. Seminar yang terlaksana pada Senin (26/1) mengangkat […]

  • Wie sicher ist mein Geld bei Midas Luck Casino?

    Wie sicher ist mein Geld bei Midas Luck Casino?

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Das midasluck casino hat sich in der Online-Glücksspielszene schnell einen Namen gemacht. Spieler, die sich für diese Plattform entscheiden, stellen sich oft die Frage: Wie sicher ist mein Geld bei Midas Luck Casino? Im folgenden Artikel werden die Sicherheitsmaßnahmen, die Lizenzierung sowie die Zahlungsmethoden dieses Casinos im Detail beleuchtet. Sicherheitsmaßnahmen und Datenschutz Midas Luck Casino […]

expand_less