BeritaFeaturedInspirasikabar muhammadiyah

PK IMM Buya Hamka UMP Luncurkan Buku “Nyala Obor Kader”: Bukti Nyata Produktivitas Kader di Ajang Musykom XVII

KABARMUH.ID, PURWOKERTO – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Di tengah gelaran Musyawarah Komisariat (Musykom) ke-XVII yang berlangsung pada Ahad (19/6), organisasi ini secara resmi meluncurkan sebuah buku berjudul Nyala Obor Kader: Sehimpun Tulisan Mindset Berkemajuan.

Peluncuran buku yang telah memiliki nomor ISBN ini menjadi momen istimewa yang dinanti-nantikan oleh seluruh kader PK IMM Buya Hamka. Karya ini lahir dari rahim perjuangan bersama di komisariat, dirajut dengan komitmen kolektif untuk mewujudkan warisan nyata yang membawa kebermanfaatan luas.
Buku Nyala Obor Kader merupakan buah karya dari bidang Riset dan Perkembangan Keilmuan PK IMM Buya Hamka UMP periode 2025/2026. Ditulis oleh sepuluh kader yang dinobatkan sebagai “penyala obor”, yaitu Faiz Fahrudin, Safina Yasmin El Fausta, Laila Nur Bariroh, Hasyifa Ratna Astria, Hawalia Khanza, Najwa Khilda Safira, Rahma Maulida, Nurul Permatasari, Abdur Rosyad, dan Fadhil Abdullah.

Peluncuran buku ini dilakukan secara resmi oleh Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ibu Istianah, Lc., M.Hum., yang hadir mewakili Dekan FAI UMP. Kehadiran beliau sekaligus memberikan sentuhan akademik dan kebanggaan tersendiri bagi seluruh kader yang berkarya.
Dalam sambutannya, Ibu Istianah menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas produktivitas kader IMM FAI. “Alhamdulillah, sebuah kesyukuran yang luar biasa saya dapat hadir di sini mewakili Bapak Dekan untuk melepas rindu sekaligus bersilaturahmi dengan rekan-rekan pengurus dan anggota IMM FAI yang senantiasa dinamis dan produktif,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.

Ia juga menekankan bahwa esensi perjuangan di IMM adalah tentang keberlanjutan pengabdian yang tulus tanpa batas hierarki atau sekat senioritas. “Perlu kita camkan bersama bahwa esensi perjuangan di IMM adalah tentang keberlanjutan pengabdian yang tulus tanpa batas hierarki atau sekat senioritas, di mana setiap kader adalah bagian utuh dari derap langkah dakwah ikatan,” tegasnya.

Lebih jauh, Ibu Istianah berharap agar semangat produktivitas ini terus dijaga. “Saya sangat berharap para pengurus yang nantinya demisioner tetap setia mendampingi, mentransfer keilmuan, dan bergotong royong bersama adik-adik tingkatnya demi menjaga konsistensi pergerakan serta kemajuan FAI di masa depan,” pesannya mengakhiri sambutan dengan doa, “Selamat bermusyawarah, jaga marwah ikatan, dan semoga Allah SWT senantiasa meridai setiap langkah perjuangan kita.”

Sementara itu, Ketua Umum PK IMM Buya Hamka UMP, Imawan Haidar Abdussalam, menyampaikan bahwa buku ini adalah salah satu pencapaian terbesar selama masa kepemimpinannya. “Musyawarah ini bukan hanya tentang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana kita meninggalkan warisan. Buku ‘Nyala Obor Kader’ adalah bukti bahwa kader PK IMM Buya Hamka mampu berkarya dan berpikir berkemajuan,” ujarnya.
Ia berharap semoga Musykom kali ini melahirkan pemimpin yang lebih baik dan mampu melanjutkan estafet perjuangan, termasuk semangat literasi dan intelektualitas yang telah tertanam.

Perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IMM A.K Anshori Purwokerto, Aji Lukman Nur Hakim, dalam sambutannya juga mengapresiasi peluncuran buku ini. Ia menegaskan bahwa Musyawarah Komisariat bukan sekadar agenda rutin atau forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi dan penguatan komitmen organisasi.
“Musyawarah merupakan ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan gagasan, memperkuat komitmen, serta memilih pemimpin yang mampu mengemban amanah dengan penuh integritas, semangat, dan tanggung jawab,” jelasnya.

Aji Lukman juga mengingatkan seluruh kader untuk terus menanamkan nilai-nilai religiusitas, intelektualitas, dan humanitas dalam setiap gerak organisasi. “Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah untuk berdialog secara santun, menyampaikan pendapat dengan penuh tanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” pesannya.

Terkait buku Nyala Obor Kader, Aji Lukman berharap karya ini menjadi inspirasi bagi kader IMM di seluruh Indonesia. “Semoga buku ini menjadi kompas intelektual bagi kader hari ini dan inspirasi bagi generasi yang akan datang,” harapnya.

Buku Nyala Obor Kader hadir di tengah derasnya tantangan zaman yang menuntut kekritisan dalam berpikir, kepekaan membaca realitas, dan keistiqamahan dalam aksi. Buku ini bukan sekadar kumpulan lembaran bertinta, melainkan sebuah manifestasi dari tanggung jawab intelektual dan moral para kader pembelajar PK IMM Buya Hamka UMP.

Melalui setiap baris kalimatnya, buku ini membawa pesan kuat bahwa kader sejati tidak boleh sekadar bergerak secara mekanis di tengah organisasi. Dalam ber-Muhammadiyah dan ber-IMM, setiap insan dituntut untuk terus bertumbuh: menata niat dengan keikhlasan, meneguhkan nilai dengan keteguhan, serta menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian nyata bagi kemanusiaan.

Dengan membawa semangat “Menggali Potensi, Menginspirasi Perubahan”, buku ini merefleksikan filosofi sebatang obor. Sebagaimana tertuang dalam pesan yang diusungnya, “Obor tidak pernah menyala untuk menerangi dirinya sendiri; ia ada untuk membakar kesadaran yang hidup, menghalau kegelapan ego, lalu bergerak maju demi menyalakan harapan serta menuntun jalannya peradaban yang berkemajuan.”

Lebih dari sekadar catatan pemikiran, buku ini merupakan sebuah karya yang didedikasikan sepenuhnya untuk komisariat. Ia hadir sebagai jawaban atas kegelisahan intelektual para kader dan menjadi bukti bahwa gerakan IMM tidak hanya berhenti pada aksi, tetapi juga pada karya yang membekas.

Keberhasilan menerbitkan buku ber-ISBN ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PK IMM Buya Hamka UMP. Hal ini membuktikan bahwa organisasi mahasiswa di lingkungan UMP tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga mampu menghasilkan karya intelektual yang diakui secara nasional.

Dengan diluncurkannya buku ini, PK IMM Buya Hamka UMP berharap dapat terus menginspirasi kader-kader IMM di seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan meninggalkan warisan intelektual bagi umat dan bangsa. Semangat literasi dan produktivitas ini diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh di lingkungan komisariat.

Kontributor: Ilyas Fachriansyah

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button