Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Polusi dan Pertobatan Ekologis: Jalan Sunyi Menuju Pemulihan Spiritual

Polusi dan Pertobatan Ekologis: Jalan Sunyi Menuju Pemulihan Spiritual

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Miqdam Awwali Hashri, S.E., M.Si, LDK PP Muhammadiyah,
Mahasiswa Doktoral Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Founder Komunitas Gowes untuk Zakat

Dalam pandangan filsuf Islam kontemporer Seyyed Hossein Nasr, krisis lingkungan yang melanda dunia saat ini bukan semata masalah ekologis, melainkan manifestasi dari krisis spiritual. Menurutnya, manusia modern telah kehilangan rasa sakral terhadap alam, memandangnya semata sebagai objek eksploitasi tanpa nilai spiritual. Pandangan ini mencerminkan realitas di kota-kota besar seperti Jakarta, di mana polusi udara menjadi peringatan nyata akan dosa kolektif manusia terhadap alam.

Kota besar seperti Jakarta, dengan populasi lebih dari 10,5 juta jiwa, menghadapi tantangan serius terkait kualitas udara. Data dari www.cleanairforhealth.org (per tanggal 20/05/2025) menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 di Jakarta mencapai 39 μg/m³, atau 7,8 kali lipat dari pedoman kualitas udara WHO yang merekomendasikan batas 5 μg/m³. Selama musim kemarau, terutama antara Mei hingga September, konsentrasi harian PM2.5 dapat mencapai 80 μg/m³, jauh melebihi ambang batas aman.

PM2.5 merupakan polutan berbahaya bagi manusia yang berukuran sangat kecil pada udara kotor. Partikel halus ini memiliki ukuran kurang dari 2,5 mikrometer yaitu sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia, sehingga dapat menembus hingga ke dalam alveolus paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah. Setelah masuk ke dalam tubuh, PM2.5 memicu peradangan sistemik, menyumbat pembuluh darah, merusak jaringan paru-paru, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, kanker paru, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Pernahkah disadari, bahwa udara yang telah tercemari setiap hari dengan kendaraan pribadi ternyata bukan hanya merusak langit dan pepohonan, tetapi juga secara perlahan membunuh manusia lain? Barangkali memang tidak disadari, asap yang dilepaskan hari ini bisa menjadi penyebab sesak napas anak kecil di ujung kota atau memicu serangan jantung pada seorang lansia yang tak dikenal. Apakah ini bukan bentuk kezaliman yang diam-diam dilakukan terhadap sesama? Polusi bukan lagi sekadar isu kesehatan atau lingkungan, ia adalah cermin kerapuhan moral kolektif kita sebagai masyarakat modern.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak ada ambang batas aman untuk PM2.5, karena pada konsentrasi rendah pun, partikel ini tetap saja berdampak negatif terhadap kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PM2.5 dapat memperpendek usia harapan hidup manusia. Kondisi ini harus disadari karena menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang nyata namun wujudnya tak kasat mata.

Seyyed Hossein Nasr juga menyoroti bahwa akar dari krisis lingkungan adalah krisis spiritual. Menurutnya, modernitas telah menghilangkan kesakralan alam sehingga menjadikannya  sekadar sumber daya ekonomi tanpa nilai spiritual. Desakralisasi ini menyebabkan manusia merasa berhak mengeksploitasi alam tanpa batas, mengabaikan konsekuensi ekologis dan spiritual dari tindakannya. Nasr mengajak umat manusia untuk “resakralisasi alam,” yaitu mengembalikan pandangan bahwa alam adalah manifestasi dari yang Ilahi. Dengan demikian, menjaga dan melestarikan alam bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga tindakan spiritual yang mendalam.

Dalam konteks urban seperti Jakarta maupun kota besar lainnya, bersepeda dapat menjadi salah satu bentuk penebusan dosa polusi. Sebagai moda transportasi tanpa emisi, sepeda tidak hanya membantu mengurangi polusi udara, tetapi juga mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Meskipun bersepeda menyebabkan keringat dan bau badan, hal ini dapat diatasi dengan mandi dan penggunaan deodoran. Sebaliknya, dampak polusi udara dari kendaraan bermotor jauh lebih serius dan sulit diatasi, termasuk risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular, serta kematian dini akibat PM2.5.

Lebih dari itu, bersepeda dapat menjadi simbol komitmen spiritual untuk hidup selaras dengan alam. Dengan memilih bersepeda sebagai alat transportasi aktivitas rutin, individu menunjukkan kesadaran akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan upaya untuk memperbaiki hubungan dengan alam.

Menghadapi krisis lingkungan memerlukan perubahan paradigma, dari eksploitasi menuju konservasi, dari dominasi menuju harmoni. Hal ini bukan hanya tugas individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif masyarakat dan pemerintah. Kebijakan yang mendukung transportasi ramah lingkungan, seperti pembangunan jalur sepeda yang aman dan kampanye kesadaran publik, sangat penting. Pegiat sepeda harus diberi ruang yang seluas-luasnya, karena aktivitas mereka merupakan bentuk dari aktivitas spritual yang hak-haknya harus dilindungi. Perubahan sejati hanya akan terjadi ketika masyarakat menginternalisasi nilai-nilai spiritual yang menghargai alam sebagai entitas yang sakral dan layak dihormati.

Krisis lingkungan yang dihadapi saat ini bukan sekadar masalah teknis atau akademis, melainkan juga cerminan dari krisis spiritual yang mendalam. Dengan mengakui dan menebus dosa-dosa polusi melalui tindakan nyata seperti bersepeda, kita tidak hanya memperbaiki kualitas udara, tetapi juga memperbaiki hubungan kita dengan alam dan, pada akhirnya, dengan diri kita sendiri.  Pertobatan ekologis masyarakat urban harus segera dilakukan dalam rangka menyucikan kembali paradigma terhadap alam sebagai langkah awal menuju pemulihan spiritual dan ekologis yang sejati.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa FIK UMS Dorong Kemandirian Pangan Lewat Sosialisasi Agrobisnis dan Kebun Gizi

    Mahasiswa FIK UMS Dorong Kemandirian Pangan Lewat Sosialisasi Agrobisnis dan Kebun Gizi

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Boyolali – Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UKM UPPM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FIK UMS) melaksanakan Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ormawa (PPO) bertema “Desa Tumbuh: Transformasi Ketahanan Pangan Desa Denggungan melalui Edukasi Pertanian, Greenhouse Keluarga, dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan.” Kegiatan berlangsung selama dua hari di Desa Denggungan, […]

  • Dukung Kelancaran Ibadah Haji, RS Muhammadiyah Lamongan Tugaskan Tim Relawan Kesehatan ke Asrama Haji Surabaya

    Dukung Kelancaran Ibadah Haji, RS Muhammadiyah Lamongan Tugaskan Tim Relawan Kesehatan ke Asrama Haji Surabaya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN — Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kembali menunjukkan komitmennya di bidang sosial dan kemanusiaan dengan berpartisipasi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026. RSML secara resmi mengirimkan tim relawan kesehatan untuk bertugas di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sabtu (16/5/2026). Pengiriman tenaga kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan bantuan dari Balai […]

  • Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

    Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama LAZISMU Pusat dan PT Gabungan Korporasi Batik Indonesia (GKBI) Investment kembali memperkuat komitmen dalam mendukung keberlanjutan kaderisasi melalui program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Persyarikatan terhadap pendidikan kader sekaligus upaya menyiapkan generasi penerus yang […]

  • Milad Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) Ke-15: Bersama Wujudkan Karsa, Refleksikan Memori Bersama

    Milad Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) Ke-15: Bersama Wujudkan Karsa, Refleksikan Memori Bersama

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – 10 Januari 2025 – Dalam rangka memperingati Milad Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) yang ke-15, berbagai kegiatan telah diselenggarakan dengan penuh kebersamaan. Mengusung tema “Bersama Wujudkan Karsa, Refleksikan Memori Bersama,” rangkaian acara Milad ini menjadi momen refleksi bagi seluruh keluarga besar HW UMS. Kegiatan diawali dengan program Clean Up Campuss […]

  • Ratusan Ibu Aisyiyah Hadiri Ngaji Silaturahmi Kelompok 8 dan 9 PRA Blimbingrejo

    Ratusan Ibu Aisyiyah Hadiri Ngaji Silaturahmi Kelompok 8 dan 9 PRA Blimbingrejo

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jepara — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan Ngaji Silaturahmi Khusus Ibu-ibu Aisyiyah Kelompok 8 dan 9, yang digelar oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Blimbingrejo pada Sabtu malam Ahad, 18 Oktober 2025, ba’da Magrib. Acara yang berlangsung di rumah Ibu Masriah (Bapak Sumarno) ini dihadiri tidak kurang dari 320 jamaah, terdiri atas ibu-ibu Aisyiyah […]

  • Mahasiswa UMS Boyong Juara 3 Nasional Lewat Gagasan Wakaf Produktif di Waduk Cengklik

    Mahasiswa UMS Boyong Juara 3 Nasional Lewat Gagasan Wakaf Produktif di Waduk Cengklik

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tiga mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mengharumkan nama kampus dalam ajang Jambi Accounting Competition Seminar Nasional (JACSEN) 2025. Tim Femvisory yang terdiri dari Rumaisa Hisan, Elsa Rindy Viantika, dan Adira Rizqy Cahya Safitri ini menyabet juara 3 dalam cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah yang berlangsung di Universitas Jambi pada 3-5 […]

expand_less