Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Polusi dan Pertobatan Ekologis: Jalan Sunyi Menuju Pemulihan Spiritual

Polusi dan Pertobatan Ekologis: Jalan Sunyi Menuju Pemulihan Spiritual

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Miqdam Awwali Hashri, S.E., M.Si, LDK PP Muhammadiyah,
Mahasiswa Doktoral Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Founder Komunitas Gowes untuk Zakat

Dalam pandangan filsuf Islam kontemporer Seyyed Hossein Nasr, krisis lingkungan yang melanda dunia saat ini bukan semata masalah ekologis, melainkan manifestasi dari krisis spiritual. Menurutnya, manusia modern telah kehilangan rasa sakral terhadap alam, memandangnya semata sebagai objek eksploitasi tanpa nilai spiritual. Pandangan ini mencerminkan realitas di kota-kota besar seperti Jakarta, di mana polusi udara menjadi peringatan nyata akan dosa kolektif manusia terhadap alam.

Kota besar seperti Jakarta, dengan populasi lebih dari 10,5 juta jiwa, menghadapi tantangan serius terkait kualitas udara. Data dari www.cleanairforhealth.org (per tanggal 20/05/2025) menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 di Jakarta mencapai 39 μg/m³, atau 7,8 kali lipat dari pedoman kualitas udara WHO yang merekomendasikan batas 5 μg/m³. Selama musim kemarau, terutama antara Mei hingga September, konsentrasi harian PM2.5 dapat mencapai 80 μg/m³, jauh melebihi ambang batas aman.

PM2.5 merupakan polutan berbahaya bagi manusia yang berukuran sangat kecil pada udara kotor. Partikel halus ini memiliki ukuran kurang dari 2,5 mikrometer yaitu sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia, sehingga dapat menembus hingga ke dalam alveolus paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah. Setelah masuk ke dalam tubuh, PM2.5 memicu peradangan sistemik, menyumbat pembuluh darah, merusak jaringan paru-paru, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, kanker paru, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Pernahkah disadari, bahwa udara yang telah tercemari setiap hari dengan kendaraan pribadi ternyata bukan hanya merusak langit dan pepohonan, tetapi juga secara perlahan membunuh manusia lain? Barangkali memang tidak disadari, asap yang dilepaskan hari ini bisa menjadi penyebab sesak napas anak kecil di ujung kota atau memicu serangan jantung pada seorang lansia yang tak dikenal. Apakah ini bukan bentuk kezaliman yang diam-diam dilakukan terhadap sesama? Polusi bukan lagi sekadar isu kesehatan atau lingkungan, ia adalah cermin kerapuhan moral kolektif kita sebagai masyarakat modern.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak ada ambang batas aman untuk PM2.5, karena pada konsentrasi rendah pun, partikel ini tetap saja berdampak negatif terhadap kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PM2.5 dapat memperpendek usia harapan hidup manusia. Kondisi ini harus disadari karena menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang nyata namun wujudnya tak kasat mata.

Seyyed Hossein Nasr juga menyoroti bahwa akar dari krisis lingkungan adalah krisis spiritual. Menurutnya, modernitas telah menghilangkan kesakralan alam sehingga menjadikannya  sekadar sumber daya ekonomi tanpa nilai spiritual. Desakralisasi ini menyebabkan manusia merasa berhak mengeksploitasi alam tanpa batas, mengabaikan konsekuensi ekologis dan spiritual dari tindakannya. Nasr mengajak umat manusia untuk “resakralisasi alam,” yaitu mengembalikan pandangan bahwa alam adalah manifestasi dari yang Ilahi. Dengan demikian, menjaga dan melestarikan alam bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga tindakan spiritual yang mendalam.

Dalam konteks urban seperti Jakarta maupun kota besar lainnya, bersepeda dapat menjadi salah satu bentuk penebusan dosa polusi. Sebagai moda transportasi tanpa emisi, sepeda tidak hanya membantu mengurangi polusi udara, tetapi juga mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Meskipun bersepeda menyebabkan keringat dan bau badan, hal ini dapat diatasi dengan mandi dan penggunaan deodoran. Sebaliknya, dampak polusi udara dari kendaraan bermotor jauh lebih serius dan sulit diatasi, termasuk risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular, serta kematian dini akibat PM2.5.

Lebih dari itu, bersepeda dapat menjadi simbol komitmen spiritual untuk hidup selaras dengan alam. Dengan memilih bersepeda sebagai alat transportasi aktivitas rutin, individu menunjukkan kesadaran akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan upaya untuk memperbaiki hubungan dengan alam.

Menghadapi krisis lingkungan memerlukan perubahan paradigma, dari eksploitasi menuju konservasi, dari dominasi menuju harmoni. Hal ini bukan hanya tugas individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif masyarakat dan pemerintah. Kebijakan yang mendukung transportasi ramah lingkungan, seperti pembangunan jalur sepeda yang aman dan kampanye kesadaran publik, sangat penting. Pegiat sepeda harus diberi ruang yang seluas-luasnya, karena aktivitas mereka merupakan bentuk dari aktivitas spritual yang hak-haknya harus dilindungi. Perubahan sejati hanya akan terjadi ketika masyarakat menginternalisasi nilai-nilai spiritual yang menghargai alam sebagai entitas yang sakral dan layak dihormati.

Krisis lingkungan yang dihadapi saat ini bukan sekadar masalah teknis atau akademis, melainkan juga cerminan dari krisis spiritual yang mendalam. Dengan mengakui dan menebus dosa-dosa polusi melalui tindakan nyata seperti bersepeda, kita tidak hanya memperbaiki kualitas udara, tetapi juga memperbaiki hubungan kita dengan alam dan, pada akhirnya, dengan diri kita sendiri.  Pertobatan ekologis masyarakat urban harus segera dilakukan dalam rangka menyucikan kembali paradigma terhadap alam sebagai langkah awal menuju pemulihan spiritual dan ekologis yang sejati.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebahagiaan itu Hanya Milik Orang Beriman

    Kebahagiaan itu Hanya Milik Orang Beriman

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 219
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – “Allah mengingatkan kepada kita ketika orang-orang yang berpuasa itu mencapai level taqwa atau setidaknya ketika orang-orang beriman oleh Allah diperintahkan untuk berpuasa itu tampaknya bagi mereka yang telah berada pada fase taqwa ini akan mendapatkan sesuatu yang lebih karena tentu kita paham proses kita berpuasa menghantarkan kita menjadi pribadi taqwa.” Prolog Dr. […]

  • UMS Gelar Masa Taaruf ke-IMM-an, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    UMS Gelar Masa Taaruf ke-IMM-an, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Masa Taaruf ke-IMM-an yang menjadi rangkaian kegiatan Masta Batch II UMS, Minggu (28/9) di Edutorium KH Ahmad Dahlan. Acara ini ditujukan untuk mengenalkan organisasi Muhammadiyah termasuk organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sekretaris Bidang Pendidikan Bahasa dan Potensi Akademik Dewan Pimpinan Daerah IMM Jawa […]

  • Betrouwbaar en Transparant Genotvol Gamen in Nederland met Gambiva Casino

    Betrouwbaar en Transparant Genotvol Gamen in Nederland met Gambiva Casino

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Als Nederlandse speler verlang ik een online casino dat entertainment biedt, maar ook mijn veiligheid en rechtvaardig spel waarborgt. Gambiva Casino toont zich als een platform dat deze uitgangspunten hoog draagt. Het heeft een licentie en is gericht op de Nederlandse markt. Ik bekijk wat dat in de praktijk voor mij betekent. Deze Fundamenten van […]

  • Tokoh Lintas Iman Serukan Kepedulian Ekologis di Eco Talk STFT Jakarta

    Tokoh Lintas Iman Serukan Kepedulian Ekologis di Eco Talk STFT Jakarta

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Perkaya pemahaman masyarakat mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup dari perspektif dan pengalaman komunitas berbasis iman, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta menyelenggarakan Seminar Eco Talk bertajuk ‘Satu bumi, Satu Asa, dalam Gerak Bersama’. Acara yang dilaksanakan di STFT Jakarta pada 22 September 2025 ini, menghadirkan narasumber lintas agama. Eco Talk menghadirkan Prof. […]

  • PELANTIKAN DAN RAPAT KERJA PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH LAMPUNG SELATAN PERIODE 2024-2025

    PELANTIKAN DAN RAPAT KERJA PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH LAMPUNG SELATAN PERIODE 2024-2025

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 248
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Selatan selenggarakan pelantikan dan rapat kerja yang bertemakan Bersama IMM Menata Lampung Selatan. Acara berlangsung di Aula Agrowisata Lampung Selatan pada Sabtu 13 Juli 2024. Dalam acara tersebut di hadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah Lampung Selatan, Ketua KPU Lampung Selatan,forkopimda, […]

  • Dakwah Tak Hanya di Mimbar: PDNA Banyumas Tanam 1.113 Pohon untuk dakwah ekologi dengan Merawat Bumi

    Dakwah Tak Hanya di Mimbar: PDNA Banyumas Tanam 1.113 Pohon untuk dakwah ekologi dengan Merawat Bumi

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Gerimis pagi tak menghalangi semangat Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyumas melaksanakan aksi nyata pelestarian lingkungan di kawasan Perhutani Situ, Gerumbul Derak, Desa Karangkemojing, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Sebanyak 1.113 pohon ditanam dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113, Sabtu (25/10/2025 M / 3 Jumadil Awal 1447 H). Aksi ekologis yang diinisiasi oleh […]

expand_less