Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rakornas MPKSDI PP Muhammadiyah 2025: Dorong Profil Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0

Rakornas MPKSDI PP Muhammadiyah 2025: Dorong Profil Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jogyakarta, (20/10/25) – Momentum transformasi perkaderan Muhammadiyah dirangkai dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah 2025, yang diselenggarakan pada 24-26 Oktober 2025 M. / 2-4 Jumadil Awal 1447 H. di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini menjadi panggung strategis bagi 200 pengurus wilayah MPKSDI se-Indonesia, maupun Ortom tingkat Pusat untuk mereformasi sistem perkaderan Muhammadiyah untuk menghadapi era digital yang kian dinamis.

Mengusung tema “Muhammadiyah 2050: Profil Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0”, Rakornas ini menjadi ruang musyawarah strategis untuk merefromasi sistem perkaderan Muhammadiyah untuk menghadapi era digital, AI, publik virtual, dan tantangan global lainnya. Tema tersebut merupakan penegasan bahwa Muhammadiyah harus adaptif dan shalih fi kulli zaman wa makan, saleh di setiap zaman dan tempat. Karena dunia maya kini se ramai dunia nyata, pergaulan digital riuh seperti kehidupan offline, dan pengkaderan bukan sekadar sekarang, tapi investasi penggerak masa depan hingga tahun 2050.

“Muhammadiyah dulu, sekarang, dan 2050 berbeda. Tantangan Society 5.0 menuntut kader yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi masyarakat,” tegas Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah.

Rakornas ini digelar di paruh pertama periode kepengurusan MPKSDI 2022-2027, tepat dua setengah tahun berjalan. Acara diawali dengan paparan capaian program, dilanjutkan evaluasi kinerja melalui feedback peserta, serta musyawarah reformasi Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM), penguatan digitalisasi database kader yang terintegrasi, dan penguatan sekolah kader berbasis kebutuhan masyarakat.

“Ini momentum untuk akselerasi program hingga 2027, sekaligus silaturahim dan reuni kader nasional,” ujar Bachtiar.

Agenda nasional ini diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari Pimpinan dan Anggota MPKSDI PP Muhammadiyah, Wakil Ketua PWM bidang Perkaderan, Instruktur Perkaderan Tingkat Wilayah, Ketua, Sekretaris dan Bendahara MPKSDI PWM se-Indonesia, Ketua MPKSDI PDM Solo Raya dan D.I. Yogyakarta, Ortom Tingkat Pusat, Korps Instruktur MPKSDI PP Muhammadiyah, MPK PP ‘Aisyiyah, dan Asistensi MPKSDI PP Muhammadiyah. Musyawarah akan membahas draft reformasi SPM yang dirancang MPKSDI, untuk dimatangkan dengan masukan kolektif dari musyawirin yang hadir pada arena Rakornas.

Dalam keterangannya di Yogyakarta pada Senin (20/10/2025), Bachtiar menyampaikan urgensi transformasi Sistem Perkaderan Muhammadiyah ini secara mendalam.

“Sistem perkaderan lama tak lagi relevan di era AI dan media sosial yang belum ada dulu. Kita butuh model baru untuk cetak kader adaptif 10-30 tahun ke depan, “on call, on fire*, presisi, dan pasti. Bagaimana kader kita hadapi AI. Kita bentuk mereka sebagai penggerak Muhammadiyah yang kompatibel dengan setiap zaman: setiap zaman ada orangnya, setiap orang ada zamannya,” terang Bachtiar.

Lebih lanjut, Bachtiar menjelaskan tiga pilar utama. Pertama, Reformasi Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM) untuk profil kader Islam berkemajuan yang menjawab cetak biru Muhammadiyah 2050, beda dari 2025. Kedua, Penguatan Database Kader Digital.

“Kita bangun bank data terintegrasi dengan nomor induk kader unik. Tak lagi manual, supaya tak hilang data atau kader. Mau kader di Aceh? Tinggal panggil, dia ada. Syahadah digital, tak perlu cetak ulang, ter-register, dan tak bisa ditipu,” tukas Bachtiar.

Ketiga, Sekolah Kader Berbasis Masyarakat: Fokus pada kebutuhan lokal, inklusif, dan humanis.

“Ketiga, Sekolah Kader Berbasis Masyarakat, kita fokuskan pada kebutuhan lokal yang inklusif dan humanis,” ujar Bachtiar.

Dengan kegiatan ini, menurut Bachtiar, MPKSDI PP Muhamamdiyah akan menyusun cetak biru profil kader yang kuat, memperkuat kohesi kader Muhammadiyah yang majemuk, serta mensyiarkan visi Muhammadiyah 2050 yang humanis, inovatif, serta berorientasi kebutuhan umat dan persyarikatan.

Bachtiar menegaskan bahwa Rakornas ini bukan hanya ajang evaluasi, tapi juga akselerasi program perkaderan di Muhammadiyah.

“Rakornas MPKSDI menjadi pesan bahwa Muhammadiyah siap memimpin peradaban digital dengan nilai Islam Berkamajuant. Database kader yang terintegrasi, akan memastikan sumber daya insani kita tak pernah hilang, dan siap tempur kapan saja,” ungkap Bachtiar.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat mempererat persaudaraan kader dari Sabang hingga Merauke, serta memberi dampak nyata terhadap umat dan persyarikatan. Bachtiar juga mengajak seluruh Kader Muhammadiyah dimana pun berada untuk memeriahkan agenda Rakornas MPKSDI PP Muhammadiyah 2025 di Surakarta.

Contact Person:

085974503901 (Faiz Arwi Assalimi)

087822828870 (Naufal Labiba Wildan)

Editor: Hammam Alghazy 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PWM Jateng Tegaskan Perbedaan Syariah dan Fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah

    Ketua PWM Jateng Tegaskan Perbedaan Syariah dan Fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KLATEN – Materi Fiqih Prioritas dari ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir, M.Ag., dalam rangkaian Darul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara syariah dan fikih sebagai dasar pengambilan sikap keagamaan dan keputusan Persyarikatan. Pemahaman ini dinilai krusial dalam menjaga nalar Islam berkemajuan di tengah dinamika […]

  • Serahkan Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis IoT ke Desa Sidokelar pada Tutup KKN UMLA Kelompok 11

    Serahkan Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis IoT ke Desa Sidokelar pada Tutup KKN UMLA Kelompok 11

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,— Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 11 Desa Sidokelar, Kabupaten Lamongan, resmi ditutup pada hari ini melalui kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sidokelar. Salah satu agenda utama dalam penutupan tersebut adalah penyerahan inovasi teknologi berupa sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) kepada Pemerintah Desa Sidokelar. Rabu […]

  • Teteskan Kasih, Selamatkan Nyawa : Aksi Donor Darah Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulan Bencana (LLHPB) PD Aisyiyah Sukoharjo dalam Festival Montase Milad TK ABA

    Teteskan Kasih, Selamatkan Nyawa : Aksi Donor Darah Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulan Bencana (LLHPB) PD Aisyiyah Sukoharjo dalam Festival Montase Milad TK ABA

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 130
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PD Aisyiyah Sukoharjo dan Hizbul Wathan Kafilah Penuntun Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta dalam menggelar kegiatan donor darah. Festival Montase Milad TK ABA  diselenggarakan di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan donor darah ini juga […]

  • Kader Kintilan VS Kader Ideologis: Siapa yang paling baik?

    Kader Kintilan VS Kader Ideologis: Siapa yang paling baik?

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Oleh Ahmad Fauzi Almubarok, Ketua Bidang Kader PD IPM Lampung Tengah, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam FAI UM Metro Istilah kader merujuk pada sesosok individu yang terlibat, terbina,dan disiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan didalam Organisasi. Kader menjadi kunci utama pergerakan, dimana Kader inilah yang menggerakkan dan menginisiasi sebuah kegiatan. Maka dari itu, biasanya organisasi mempunyai forum […]

  • PCPM dan PCNA Girimulyo Resmi Bentuk Angkatan Muda Muhammadiyah Girimulyo

    PCPM dan PCNA Girimulyo Resmi Bentuk Angkatan Muda Muhammadiyah Girimulyo

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 228
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Girimulyo – Suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi terasa begitu kuat saat Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Girimulyo meresmikan pembentukan Angkatan Muda Muhammadiyah Girimulyo. Keputusan tersebut diambil dalam sebuah acara yang diadakan serentak dengan Buka Bersama di Puncak Saka, Girimulyo, pada tanggal 30 Maret 2024. Acara tersebut dihadiri oleh […]

  • Tim Pengabdian PAI UMS Latih Guru Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis AI untuk Penguatan AlK

    Tim Pengabdian PAI UMS Latih Guru Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis AI untuk Penguatan AlK

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian PKM-KI Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kegiatan ini terlaksana di SD Muhammadiyah Tegalgede Karanganyar sebagai upaya memperkuat pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di era digital. Ketua Tim PKM-KI UMS […]

expand_less