Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ICIMS 2026 Angkat Etika Agama di Era Kecerdasan Buatan

ICIMS 2026 Angkat Etika Agama di Era Kecerdasan Buatan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – 6th International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS) 2026 mengangkat tema “Religious Ethics in Times of Artificial Intelligence” dan diselenggarakan di Ruang Seminar Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (10/2). Konferensi internasional ini menjadi ruang dialog akademik untuk merespons perkembangan kecerdasan buatan dari perspektif etika keislaman dan kemuhammadiyahan.

Ketua Panitia atau Chairman of the Committee ICIMS 2026, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I, M.Pd.I., menyampaikan bahwa konferensi ini terbuka bagi para akademisi dan peneliti lintas disiplin untuk terus berkontribusi dalam pengembangan riset.

“Kami mengundang untuk terus berpartisipasi pada ICIMS kali ini dan icims yang akan datang,” ujarnya.

Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc., menegaskan kesiapan FAI UMS dalam memperkuat riset berdaya saing global.

“Kami memiliki dua program studi yang terakreditasi unggul, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Ekonomi Syari’ah (HES), sementara untuk Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) saat ini terakreditasi A,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, “FAI UMS memiliki jurnal yang terindeks Scopus, yaitu Journal of Islamic Economic Laws dari Program Studi HES,” ungkapnya.

Menurut Fauzul, ICIMS menjadi momentum strategis dalam pengembangan riset keislaman yang relevan dengan tantangan kontemporer.

“ICIMS adalah sebuah langkah awal untuk sebuah perubahan dalam bidang riset dengan mengintegrasikan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan,” katanya.

Sambutan oleh Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc.

Dalam sambutannya, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan bahwa konferensi akademik harus melahirkan karya ilmiah yang beretika dan berdampak nyata.

“Saya berharap paper yang dibuat ini bernilai dan beretika dari semua partisipan, karena konferensi ini tidak ada apa-apanya jika tidak diamalkan, maka konferensi ini harus memiliki nilai dampak dan nilai transendensi,” pesannya.

ICIMS 2026 menghadirkan keynote speaker internasional dan nasional. Keynote speaker pertama, Prof. Abdelkader Bekhouche, Ph.D. dari Qatar University sekaligus Editor in Chief Journal of College of Sharia and Islamic Studies terindeks Scopus, mengangkat tema “Artificial Intelligence and Human Dignity: An Islamic Ethical Approach” yang menekankan pentingnya menjaga martabat manusia dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Artificial intelligence harus ditempatkan dalam kerangka etika Islam yang menjunjung tinggi martabat manusia, karena teknologi tidak boleh menggerus nilai kemanusiaan yang menjadi inti ajaran Islam,” ujar Abdelkader.

Sementara itu, Keynote speaker kedua, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab etis manusia.

“AI adalah hasil dari kecerdasan manusia, tetapi ia tidak memiliki moral, nurani, dan perasaan atau emosi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa manusia memiliki posisi sentral dalam pengendalian teknologi.

“Secanggih-canggihnya AI, AI tetaplah buatan manusia, dan manusialah yang bertanggung jawab penuh atas apa yang telah diciptakannya,” tegasnya.

Melalui ICIMS 2026, lanjutnya, UMS menegaskan komitmennya dalam memperkuat integrasi antara pengembangan ilmu pengetahuan, nilai etika agama, dan spirit kemuhammadiyahan untuk menjawab tantangan peradaban di era kecerdasan buatan. (Adi/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Estallido en la Biblioteca de Slots: Thorfortune Casino Agrega Centenares de Slots para España

    Estallido en la Biblioteca de Slots: Thorfortune Casino Agrega Centenares de Slots para España

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 3
    • 0Komentar

    El juego online Thorfortune Prueba Tu Suerte En España es un escenario de lucha donde la oferta marca la diferencia. Thorfortune Casino presenta una estrategia que altera el escenario. Su catálogo de juegos ha aumentado de una manera que los jugadores españoles no esperaban. Esto no es una mera mejora. Es una erupción en su […]

  • BEM Berdampak UMS Resmi Luncurkan Program Sewu Santun, Dorong Edukasi Bencana, Cegah Stunting, dan Perkuat UMKM Lokal

    BEM Berdampak UMS Resmi Luncurkan Program Sewu Santun, Dorong Edukasi Bencana, Cegah Stunting, dan Perkuat UMKM Lokal

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – BEM Berdampak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Sewu Santun, sebuah program kolaboratif berbasis pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan edukasi mitigasi bencana, pencegahan stunting, serta penguatan UMKM lokal berbasis kearifan sejarah Kampung Sewu, Kota Surakarta. Peluncuran program ini menjadi implementasi nyata dari skema BEM Berdampak yang menekankan peran […]

  • Hari Disabilitas Internasional 2025, Pakar UMS: Inklusivitas Adalah Identitas Moral

    Hari Disabilitas Internasional 2025, Pakar UMS: Inklusivitas Adalah Identitas Moral

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Mewujudkan kampus inklusif menjadi tanggung jawab moral perguruan tinggi. Hal itu pula yang terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD). Menyambut Hari Disabilitas Internasional 2025, Ketua PSLD UMS Prof. Dr. Minsih, S.Ag, M.Pd. mengajak kampus-kampus di Indonesia untuk lebih mengedepankan inklusivitas. “Inklusivitas adalah identitas moral,” tegas Minsih […]

  • Ratusan Siswa dan Wali Murid SMK Muhammadiyah Bumiayu Ikuti Seminar Parenting

    Ratusan Siswa dan Wali Murid SMK Muhammadiyah Bumiayu Ikuti Seminar Parenting

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 184
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – SMK Muhammadiyah Bumiayu Brebes mengadakan Seminar Parenting untuk Kelas X dan XI di Hanggar, Jum’at (14/06/2024). Parenting adalah salah satu hal penting untuk dipahami oleh setiap orang tua agar mereka dapat memahami karakter dan tumbuh kembang anaknya. Parenting, tidak terbatas hanya terhadap pola asuh untuk memenuhi kebutuhan jasmani sang anak, namun perlu […]

  • Membanggakan! MATSAMUSA Kembali Menorehkan Prestasi di Kancah Nasional

    Membanggakan! MATSAMUSA Kembali Menorehkan Prestasi di Kancah Nasional

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Malang — Semangat juang dan ketekunan kembali membawa nama besar MTs Muhammadiyah 1 Samarinda (MATSAMUSA) berkibar di ajang nasional. Enam siswa-siswi madrasah yang dikenal dengan moto “Madrasah Para Juara” ini berhasil mencetak prestasi gemilang dalam ajang Tapak Suci Student National Championship yang digelar di Universitas Brawijaya, Malang, pada 28–29 Juli 2025. Prestasi yang berhasil […]

  • Guru Juga Berhak Sejahtera

    Guru Juga Berhak Sejahtera

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,- Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan pernyataan Menteri Agama yang menyebut, “kalau mencari uang jangan jadi guru, tapi jadilah pedagang.” Ucapan singkat itu langsung menimbulkan banyak reaksi, terutama dari kalangan pendidik. Bagi sebagian orang, kalimat tersebut terdengar seperti nasihat agar guru tidak semata-mata berorientasi pada materi. Namun bagi banyak guru, ucapan itu terasa […]

expand_less