Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Desa Musuk Olah Alpukat Menjadi Yoghurt

PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Desa Musuk Olah Alpukat Menjadi Yoghurt

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui “Pelatihan Pembuatan Produk Turunan Alpukat berupa Yoghurt Alpukat” di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas alpukat sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pelatihan pembuatan yoghurt alpukat merupakan bagian dari program Piwulang Ibu Musuk, yang diinisiasi oleh PPK Ormawa IMM FIK UMS sebagai upaya memberdayakan ibu rumah tangga melalui inovasi produk berbasis alpukat dan susu. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat jiwa kewirausahaan, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Musuk melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Ibupreneur Musuk dan didampingi oleh dosen pendamping serta mahasiswa anggota Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai potensi pengembangan produk turunan alpukat, manfaat yoghurt sebagai pangan fermentasi, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui pengolahan hasil pertanian lokal.

Ketua Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS, Fidelina Tri Adelin, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mengoptimalkan potensi desa menjadi produk yang memiliki daya saing.

“Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat mampu melihat peluang usaha dari komoditas alpukat yang melimpah di Desa Musuk. Produk olahan seperti yoghurt alpukat diharapkan dapat menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Setelah penyampaian materi, kegiatan yang telah berjalan pada 18 Juli 2026 itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan penuh antusias. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses fermentasi yoghurt, pemilihan bahan baku yang berkualitas, perbandingan komposisi yoghurt dan alpukat.

“Memasuki sesi praktik, peserta didampingi secara langsung oleh tim PPK Ormawa IMM FIK UMS dalam proses pembuatan yoghurt alpukat. Tahapan yang dilakukan meliputi persiapan alat dan bahan, pencampuran greek yoghurt dengan puree alpukat menggunakan formulasi yang telah ditentukan, hingga proses pengemasan produk. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba setiap tahapan sehingga mampu memahami proses produksi secara menyeluruh,” paparnya.

Peserta pelatihan menghaluskan daging buah alpukat untuk mendapatkan puree alpukat

Sebagai bentuk evaluasi terhadap produk yang dihasilkan, kegiatan dilanjutkan dengan uji organoleptik oleh panelis. Penilaian dilakukan terhadap beberapa aspek, meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat penerimaan keseluruhan terhadap yoghurt alpukat. Hasil penilaian panelis diharapkan menjadi masukan bagi peserta dalam menyempurnakan kualitas produk sehingga lebih sesuai dengan preferensi konsumen dan memiliki daya saing ketika dipasarkan.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan,Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS berharap masyarakat mampu mengembangkan produk yoghurt alpukat sebagai salah satu produk unggulan desa yang bernilai ekonomis.

Kontributor: Maysali/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bambang Sukoco Raih Doktor UII, Tawarkan Konsep Nidzomul Ma’had untuk Perlindungan Hak Santri

    Bambang Sukoco Raih Doktor UII, Tawarkan Konsep Nidzomul Ma’had untuk Perlindungan Hak Santri

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Hukum Program Doktor (PSHPD) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama Bambang Sukoco, S.H., M.H., yang berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 4 FH UII, Sabtu, (29/11). Setelah berjuang selama 5 tahun, promovendus menghadirkan disertasi, “Konseptualisasi Nidzomul Ma’had Berbasis Hukum Profetik sebagai Sarana Perlindungan Hukum […]

  • Hangatnya Kajian Ahad Pagi Masjid Istiqlal bumiayu: Dari Tadabbur Musibah hingga Sarapan Bersama Jamaah

    Hangatnya Kajian Ahad Pagi Masjid Istiqlal bumiayu: Dari Tadabbur Musibah hingga Sarapan Bersama Jamaah

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bumiayu-Brebes || Subuh baru saja usai, namun Masjid Istiqlal PRM Dukuturi Bumiayu, Brebes, sudah penuh sesak. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru datang berbondong-bondong. Dua lantai masjid terisi penuh, bahkan halaman pun tak luput dari saf jamaah yang ingin mengikuti Kajian Rutin Ahad Pagi, Ahad (14/9/2025). Kajian Ahad pagi kali ini yang berlangsung sejak pukul […]

  • Waspadalah dari Sengkuni Zaman Now!

    Waspadalah dari Sengkuni Zaman Now!

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 7.634
    • 0Komentar

    Waspadalah dari Sengkuni Zaman Now! | Oleh: M. Andhim | Editor: AM | Semasa kecil, saya suka mendengarkan cerita dari ayah.  Namun, tidak seperti teman-teman  pada umumnya.  Kebanyakan mereka diberikan cerita oleh orang tuanya tentang dongeng “kancil mencuri timun”, “ayam dan elang” ataupun “kisah mulia para nabi dan rasul yang penuh keteladanan”. Sebelum tidur, saya […]

  • Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar kegiatan Kopdar ke-4 pada Sabtu, 1 November 2025, di Aula Masjid Al Fattah, Jl. Mayjend Suprapto, Tulungagung. Mengangkat tema “Kunci Sukses Bisnis Era Digital: Cerdas dengan Data, Bijak dengan Etika,” kegiatan ini dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan pengusaha dan pegiat bisnis. Sesi pertama menghadirkan […]

  • Berkah Ramadhan, Tebar Da’i ke Pelosok Kerjasama Lazismu Dan DKM PAMA Makin Mencerahkan

    Berkah Ramadhan, Tebar Da’i ke Pelosok Kerjasama Lazismu Dan DKM PAMA Makin Mencerahkan

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 679
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Sangatta – Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) bersama DKM PAMA hari ini melepas da’i terbaik Muhammadiyah untuk di sebar ke pelosok desa/kecamatan di Kutai Timur. Pelepasan dilakukan secara simbolis di gedung dakwah Muhammadiyah,  jalan AW. Syahrani (12/04/2021). Acara dibuka langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM ) yang diwakili oleh Bapak […]

  • REFLEKSI BUKU “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” KARYA PAULO FREIRE

    REFLEKSI BUKU “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” KARYA PAULO FREIRE

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Oleh : Anggi Nofinta Dwi Woro (202110230311045) Buku “Pendidikan Kaum Tertindas” ini merupakan hasil dari pengamatan Freire selama enam tahun dalam pengasingan politik. Freire telah menganalisis peran “penyadaran” untuk mewujudkan terciptanya pendidikan yang membebaskan manusia. Agar dapat membebaskan diri, kaum tertindas harus menghilangkan ketakutannya akan kebebasan terlebih dahulu melalui usaha penyadaran. Tanpa hal tersebut, kaum […]

expand_less