Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Hessy Sahana, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan

Selama ini, kesehatan sering diukur dari kondisi fisik semata: tidak sakit, tubuh kuat, umur panjang. Pada kenyataannya, terdapat satu dimensi yang kerap luput dari perhatian padahal dampaknya tidak kalah serius bagi kualitas hidup manusia, yaitu kesehatan mental. Seseorang bisa saja tampak sehat secara fisik, namun sesungguhnya belum bisa disebut sehat secara utuh jika batinnya sedang berjuang menghadapi tekanan, kecemasan, atau keputusasaan.

Islam memandang manusia sebagai makhluk yang utuh (holistik). Sehat secara keseluruhan dalam pandangan Islam mencakup empat dimensi sekaligus, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual, yang saling menopang dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain (Khafifah, Rahmadani, & Latifah, 2025). Kesehatan mental dipahami sebagai kemampuan seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, dan menjaga ketenangan jiwa. Ketika dimensi ini terganggu, seluruh struktur kesehatan seseorang ikut goyah walaupun kondisi fisiknya terlihat sehat (Muajizat & Sohrah, 2024).

Menjaga Jiwa sebagai Tujuan Syariat

Dalam kajian maqashid syariah, menjaga jiwa (hifzh an-nafs) menjadi salah satu dari lima tujuan pokok syariat, sejajar dengan menjaga agama, akal, keturunan, dan harta (Nugraheni & Hayati, 2025). Sebagian ulama modern memperluas makna hifzh an-nafs ini hingga mencakup kesehatan mental, tidak sekadar keselamatan fisik semata, sehingga menegaskan bahwa persoalan kejiwaan bukan perkara sampingan dalam Islam, melainkan bagian dari tujuan inti agama itu sendiri.

Perluasan makna ini sejalan dengan cara Islam yang meletakkan keputusasaan sebagai sesuatu yang harus dilawan, bukan dituruti. Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53: “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’”

Ayat ini mengingatkan bahwa seberat apa pun masalah hidup seseorang, selalu ada jalan keluar dan harapan yang terbuka, sekaligus menegaskan bahwa nyawa manusia sangat dimuliakan dalam Islam.

Preventif, Promotif, Kuratif, Rehabilitatif dalam Isu Kejiwaan

Empat prinsip kesehatan dalam Islam meliputi preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif yang dapat diterapkan sepenuhnya pada isu kesehatan mental, bukan hanya pada penyakit fisik (Latifah, Arisa, & Diaty, 2025). Secara preventif, edukasi tentang pengelolaan stres dan pengenalan gejala gangguan mental sejak dini menjadi kunci utamanya.

Secara promotif, pola hidup seimbang, penguatan hubungan sosial, serta aktivitas spiritual seperti zikir dapat menjadi sarana menjaga ketenangan jiwa sehari-hari. Secara kuratif, keberanian untuk terbuka dan mencari bantuan profesional perlu terus didorong, mengingat stigma masyarakat masih menjadi penghalang utama bagi banyak orang dalam mencari pertolongan.

Secara rehabilitatif, dukungan berkelanjutan dari keluarga dan komunitas sangat menentukan agar seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan bisa kembali menjalani kehidupan sosial secara sehat, bukan justru dikucilkan (Nursafira, Yogaastuti, & Al Maududi, 2026).

Perspektif Muhammadiyah

Muhammadiyah secara resmi memperkuat pandangan mengenai pentingnya kesehatan yang menyeluruh bagi manusia. Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menjelaskan bahwa kesehatan yang seutuhnya harus mencakup empat dimensi, yaitu jasmani, rohani, spiritual, dan sosial (Muhammadiyah.or.id, 2023). Selain itu, Muhammadiyah juga mengintegrasikan kepedulian terhadap isu lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Hal ini diatur melalui Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), yang menjadi acuan utama perilaku warga dalam kehidupan sehari-hari.

Jejaring Amal Usaha Muhammadiyah seperti rumah sakit, perguruan tinggi, hingga organisasi otonom seperti ‘Aisyiyah, memiliki potensi besar untuk menjangkau persoalan kesehatan mental sampai ke akar masalah (Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah).

Dukungan komunitas, kepedulian tetangga, keterlibatan tempat ibadah, hingga kehadiran seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi, semuanya adalah bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan mental yang oleh Islam dipandang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Penutup

Islam menegaskan bahwa konsep sehat berarti menjaga keseimbangan fisik, mental, sosial, dan spiritual sebagai satu kesatuan utuh yang merupakan amanah dari Allah. Kesehatan mental sama pentingnya dengan aspek lain untuk mencapai kondisi sehat secara utuh. Konsep ini harus diwujudkan nyata dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, bukan sekadar ucapan atau teori belaka.

Referensi

Khafifah, D., Rahmadani, N. F., & Latifah. (2025). Konsep kesehatan dalam perspektif Islam dan implementasinya pada pelayanan kesehatan modern. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 88–94. https://doi.org/10.71456/jik.v4i1.1515

Latifah, Arisa, A., & Diaty, R. (2025). Integrasi nilai spiritual dan medis dalam kesehatan modern: Perspektif agama Islam. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 29-36. https://doi.org/10.71456/jik.v4i1.1466

Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah.

Muajizat, M, M. G., & Sohrah. (2024). Konsep Kesehatan Jiwa dalam Al-Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Tematik). Jurnal Diskursus Islam12(2), 322–337. https://doi.org/10.24252/jdi.v12i2.52870

Muhammadiyah.or.id. (2023, 23 Oktober). Perlu Diketahui Kesehatan Tidak Sebatas Jasmani dan Rohani, Tapi juga Spiritual dan Sosial. https://muhammadiyah.or.id/2023/10/perlu-diketahui-kesehatan-tidak-sebatas-jasmani-dan-rohani-tapi-juga-spiritual-dan-sosial/

Nugraheni, F. S., & Hayati, M. (2025). Integrasi perspektif Islam tentang kesehatan jasmani dan rohani: Kajian konseptual. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 4(3), 451-466. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.740

Nursafira, R. N., Yogaastuti, T., & Al Maududi, A. A. (2026). Keseimbangan komprehensif: Analisis kesehatan fisik, jiwa, dan lingkungan dalam perspektif Islam. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 2(2), 1225-1231. https://doi.org/10.63822/ky2t7425

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Q.S Az-Zumar [39]: 53.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengungkap Cinta dan Nilai Kemanusiaan! Literasik Solo Terbitkan Buku ‘Filantropi’

    Mengungkap Cinta dan Nilai Kemanusiaan! Literasik Solo Terbitkan Buku ‘Filantropi’

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 294
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Komunitas menulis dan membaca atau disebut dengan Literasik Solo menerbitkan buku dengan judul ‘Filantropi, Terapi ego dan hati’. Ketua Pegiat Literasik solo, Hanif Syairafi mengungkapkan buku ini merupakan sebuah gerakan yang digagas oleh mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS, dengan harapan dapat menjadi inspirasi bahwa semua orang bisa menulis. “Semua orang bisa menulis […]

  • Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Digital Pemecah Masalah Gizi, Ekonomi Lokal, dan Food Waste

    Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Digital Pemecah Masalah Gizi, Ekonomi Lokal, dan Food Waste

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kolaborasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih medali emas pada ajang International Youthpreneur Competition (IYC) 2025. Ide yang dikembangkan oleh mereka bergerak dalam bidang aplikasi digital untuk memecahkan masalah gizi, ekonomi lokal, dan food waste. Ide ini dikemas dalam satu aplikasi yaitu Nutreasy. Kolaborasi mahasiswa ini terhimpun dari tiga prodi yakni […]

  • Gali Potensi Zakat RI, Pegiat Gerakan Zakat Berkumpul Rancang Program Strategis

    Gali Potensi Zakat RI, Pegiat Gerakan Zakat Berkumpul Rancang Program Strategis

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Pelaku gerakan zakat yang terdiri dari Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat Nasional bersilaturahmi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, (9/4/2026). Agenda halal bihalal tersebut sekaligus menjadi forum berbagi gagasan tentang optimalisasi potensi zakat di Indonesia. Capaian penghimpunan zakat bukan sekadar angka, tapi bagaimana proses penyaluran program zakat bisa memberikan […]

  • Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi: Belajar dari Valencia, Bersiap di Lampung

    Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi: Belajar dari Valencia, Bersiap di Lampung

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A, Ketua MDMC Wilayah Lampung Kita semua terkejut, khawatir, dan bahkan merasa miris. Cuaca kini tak lagi bisa diprediksi, dan musim seolah berubah tanpa aturan. Ini bukan sekadar perubahan yang kita alami, melainkan fenomena nyata yang menggambarkan betapa tak terduganya bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di seluruh dunia. […]

  • Ramadan Bulan Membangun Integritas

    Ramadan Bulan Membangun Integritas

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 873
    • 0Komentar

    | Oleh : Suharman, S.Pd (BPO KOKAM Kaltim / Unit INVAR) | Bulan suci Ramadan dimana semua amal perbuatan manusia yang positif akan bernilai ibadah dan perbuatan yang negatif bernilai dosa bahkan semuanya baik pahala dan dosa akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Untuk membijaki itu maka diperlukannya sebuah konsistensi diri  atau integritas dalam menjalankan […]

  • KM3Nas DPP IMM Hadir di Rakernas II Majelis Tabligh PP Muhammadiyah: Siap Bersinergi Memakmurkan Masjid dan Mengoptimalkan Peran Mubaligh IMM

    KM3Nas DPP IMM Hadir di Rakernas II Majelis Tabligh PP Muhammadiyah: Siap Bersinergi Memakmurkan Masjid dan Mengoptimalkan Peran Mubaligh IMM

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Batu – Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Nasional (KM3Nas) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) turut hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar di Kota Batu, Malang. Kehadiran KM3Nas DPP IMM menjadi bentuk komitmen untuk bersinergi dalam memakmurkan masjid dan mengoptimalkan potensi mubaligh dari kader IMM di […]

expand_less