Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KAJIAN RAMADHAN UAD, HADIS-HADIS TENTANG ILMU

KAJIAN RAMADHAN UAD, HADIS-HADIS TENTANG ILMU

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Masjid islamic center UAD sebagai tempat penyelenggaraan berbagai rangkaian agenda kegiatan Ramadan di kampus selalu bisa mendatangkan antusiasme dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Agenda Ramadan di kampus berupa pembagian takjil dan kajian menjelang berbuka seolah menjadi agenda yang paling diminati.

Melihat ramainya jamaah yang datang untuk berbuka dan mendengarkan kajian pada hari sebelumnya, yakni di hari pertama. Pada hari ini pun Selasa (12/03) jamaah yang hadir sangat ramai dan bahkan lebih ramai dibandingkan hari sebelumnya hingga takjil sejumlah 3000 box habis terbagikan kepada jamaah. Materi kajian menjelang berbuka puasa selalu mengangkat tema yang menarik. Tema kajian pada hari ini yaitu tentang hadis-hadis ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh Ustadz Miftah Khilmi Hidayatullah Lc., M.Hum.

Dia menyampaikan hadis itu segala apa-apa yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW, baik itu masalah perkataan, masalah perbuatan,  masalah ketetapannya  atau terkait masalah sifat nabi SAW. Itu  semua merupakan hadis walaupun tetap dibedakan antara hadis qauli, hadis fi’li, hadis taqriri dan termasuk hadis itu ada yang berkaitan dengan kebiasaan pribadi Rasulullah SAW.

Dari tema kajian kali ini dapat diketahui bagaimana penetapan awal bulan Ramadhan yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Diketahui pula Muhammadiyah menggunakan beberapa hadis dalam hal menentukan kapan awal bulan ramadhan ditetapkan. Hadis hadis tersebut sebagai landasan ilmu pengetahuan, pada konteks ini diaplikasikan dalam menentukan perhitungan waktu bulan ramadhan.

Hadis yang disampaikan dan dibahas pada kajian hari ini yaitu hadis tentang menghitung hilal.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

“Apabila kamu sekalian melihatnya hilal maka berpuasalah, apabila kalian itu melihatnya hilal tadi maka berbukalah, tetapi jika mendung maka kadarkanlah atau hitunglah.”

Maksudnya yang pertama adalah puasa ramadhan dan kedua berbuka itu karena masuk syawal. Dari hadis tersebut kemudian dipahami Muhammadiyah dengan diartikan sebagai hal yang  boleh untuk mengkadarkan jumlah hari dalam waktu satu bulan dengan melihat dan menghitung hilalnya.

Hadis lain yang dibahas yaitu terkait kepandaian masyarakat islam sekarang dalam hal menulis dan berhitung.

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ، لَا نَكْتُبُ وَلَا نَحْسُبُ. الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا ” يَعْنِي مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِينَ، وَمَرَّةً ثَلَاثِينَ.

“Sesungguhnya umatku ummiy, tidak dapat menulis dan juga berhitung. Adapun bulan ini (Sya’ban/Ramadan) seperti ini dan seperti itu, yakni terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari.”

Sekarang masyarakat islam sudah tidak ummiy alias pandai menghitung dan pandai menulis. Miftah mengatakan bahwa kita bisa menentukan awal bulan itu dengan cara menghitung. Menghitung itu suatu hal yang boleh bukan wajib.

“Dalam hadis itu ketika ada dalil kemudian dipahami itu bisa memunculkan kesimpulan. Terkadang ada kata perintah itu kesimpulannya dia wajib. Tapi ada juga kata perintah kesimpulannya tidak wajib bahkan tidak boleh. Para tokoh-tokoh Muhammadiyah memusyawarahkan terkait melihat bulan untuk menentukan awal bulan ramadhan merupakan hal yang mubah, artinya boleh dengan menggunakan cara yang lain.” Terangnya.

Masih dalam konteks hadits-hadits ilmu pengetahuan, Miftah menambahkan tentang penyakit dan obat adalah hal yang berdampingan, seperti sabda Rasulullah SAW:

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً ‏”‏‏.‏

“Apabila ada seekor lalat yang jatuh di minumman salah seorang diantara kalian maka tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya.”

Dikatakan juga bahwa hadis ini sering disebut hadis-hadis ilmu pengetahuan. Dia mengatakan secara fiqih dari hadis ini, air yang kemasukan lalat itu tidak najis. Perintah menenggelamkan lalat adalah tidak wajib yang berarti boleh dilakukan atau tidak. Dari hadis ini memunculkan semacam wawasan bahwasanya penyakit dan penawar atau obat itu berdampingan.  Kemudian dicontohkan seperti halnya ular yang menggigit memiliki racun dari bisanya dan racun tersebut dapat disembuhkan dari empedu ular yang menjadi penawarnya atau obatnya.

Kontributor:

Tags
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

    Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Upaya mendorong kemandirian energi dan budaya hemat listrik di lingkungan pesantren memasuki babak baru. Selama tiga hari, 27 Februari–1 Maret 2026, Program 1000 Cahaya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah menggelar Lokakarya Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Aula Pondok Pesantren Zam-Zam Cilongok, Banyumas. Kegiatan ini mempertemukan 40 perwakilan pesantren […]

  • IMM FISIP Unismuh Makassar Bagikan Masker Dan Penyanitasi Tangan Gratis Bagi Pengendara

    IMM FISIP Unismuh Makassar Bagikan Masker Dan Penyanitasi Tangan Gratis Bagi Pengendara

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Pimpinan Komisariat (Pikom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh)  Makassar turun ke jalan melakukan aksi IMM Social Care, Selasa(21/04/2020). Aksi sosial dengan membagikan masker dan penyanitasi tangan (hand sanitizer) gratis itu berpusat di perbatasan Makassar – Gowa. Hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, sesuai anjuran […]

  • Tim PPK Ormawa IMM Averroes UMS Hadirkan Program Pemberdayaan Perempuan dan Pertanian Cerdas di Desa Jati

    Tim PPK Ormawa IMM Averroes UMS Hadirkan Program Pemberdayaan Perempuan dan Pertanian Cerdas di Desa Jati

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Averroes Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan dua program unggulan di Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sukoharjo. Kegiatan ini menandai grand launching “Sekolah Perempuan Smartani” dan “Rumah Kebun Farm Pot” yang menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat desa. Acara peresmian […]

  • Darul Arqam Dasar 2024, IMM FAI UAD Optimalkan Spirit Intelektual Profetik!

    Darul Arqam Dasar 2024, IMM FAI UAD Optimalkan Spirit Intelektual Profetik!

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 302
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pada hari Rabu (5/7) Pimpinan komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Darul Arqam Dasar di Aula Islamic Center UAD. Dengan tema “Menumbuhkan jiwa kader Islam berkemajuan di era disrupsi sebagai bentuk optimalisasi spirit intelektual profetik IMM FAI”. Pada pelatihan tersebut, diikuti sebanyak 45 Peserta. Di antaranya 41 […]

  • Rektor UMS Tegaskan Guru Muhammadiyah Harus Adaptif, Kompak, dan Militan

    Rektor UMS Tegaskan Guru Muhammadiyah Harus Adaptif, Kompak, dan Militan

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, dalam seminar akbar Forum Kepala Sekolah SD/MI Muhammadiyah se-Jawa Tengah yang digelar pada, Sabtu (31/5) bertempat di Auditorium Mohammad Djazman. Dalam pidatonya, Harun menekankan pentingnya rasa […]

  • Kinbet Casino : une plongée dans son univers de pari en ligne

    Kinbet Casino : une plongée dans son univers de pari en ligne

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Le Kinbet Casino s’impose comme une plateforme de pari en ligne attrayante, offrant une expérience unique pour les amateurs de jeux de casino. Dans cet article, nous explorerons les principales caractéristiques de cette plateforme, en nous concentrant sur son catalogue de jeux diversifié, ses mesures de sécurité robustes et son incroyable programme de bonus. Un […]

expand_less