Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
  • visibility 1.426
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

|Oleh: M. Andhim|

Manusia merupakan makhluk sosial. Di mana komunikasi dan interaksi antar sesamanya menjadi kebutuhan yang mendasar. Menjalani sesuatu sendirian akan terasa berat. Tentu akan lebih mudah jika mau melibatkan banyak pihak. Maka tak salah ungkapan pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Nasehat mulia untuk saling terus bekerja sama.

Jika air di lautan saja bisa pasang juga surut. Demikian halnya hubungan di antara kita. Tidak menetap dan mudah berubah-ubah juga. Seringkali kerenggangan mewarnai hubungan di antara kita bukan? Ahh jujur saja! Wajar kan ya, kita kan manusia yang mustahil luput dari salah dan dosa. Oleh karenanya diperlukan formula untuk menstabilkan hubungan di antara manusia. Dalam hal ini penulis teringat sebuah materi pelajaran sastra arab saat dulu di Ma’had. Kala itu dijelaskan sebuah kisah penyair jahiliyah yang mengajarkan seni bersosial di tengah hidup bermasyarakat.

Dzul Isba’ al-‘Adwani adalah julukannya. Sedang nama aslinya adalah Khursan  bin Haris. Mendapat julukan Dzul Isba’ karena ada riwayat yang mengkisahkan salah satu jempol kakinya dipotong sebab dipatuk ular. Ia merupakan seorang penyair arab pra-Islam yang wafat 22 tahun sebelum tahun Hijriyah. Bapaknya Usaid ini populer dengan kefasihan bahasa dan sya’ir-sya’ir bijaknya. Hingga pada suatu ketika menjelang detik-detik wafatnya, ia mewasiatkan nasehat pada Usaid putra yang disayanginya itu.

            “Alin jaanibaka liqaumika yuhibbuuka. Wa tawadho’ lahum yarfa’uuka. Wabsuth lahum wajhaka yuti’uuka….”

Artinya, “berlemah lembutlah terhadap masyarakatmu, maka mereka akan mencintaimu. Rendahkanlah hatimu, niscaya mereka akan mengangkatmu. Senyumlah di wajahmu, niscaya mereka akan mematuhimu.”

Dari petikan mutiara di atas ada beberapa pesan yang dapat kita jadikan bahan pembelajaran. Pertama, nasehat ini menyadarkan kita bahwa untuk meraih kasih sayang manusia itu tidaklah mahal. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Layaknya Raja-Diraja yang memberikan hadiah emas-permata untuk orang yang disukainya. Atau juga prestasi mentereng yang dipersembahkan si jenius pada orang yang diharapkan cinta darinya. Cukup lembutkan hati, dan marilah kita gunakan hati ini untuk menyentuh saudara-saudara kita. Bukankah sesuatu yang datang dari hati ke hati memang lebih bermakna?

Dosa pertama kali sepanjang sejarah yang disebutkan adalah takabur. Takabur atau sikap sombong ini dijelaskan oleh Rasulullah bahwa ada dua kriterianya. ”Batharul haqqi wa ghamtunnasi.” Artinya, menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Aktor pertama kalinya tak lain adalah Iblis, makhluk Allah yang bahkan pernah dipercaya menjadi imam di Surga. Kisah ini ternyata mengajarkan pada kita bahwa untuk memperoleh pengakuan, tidaklah dibutuhkan kesombongan. Kita juga tidak perlu meninggi di hadapan manusia, hanya untuk meraih ridho mereka. Justru konsepnya adalah sebaliknya! Bersikaplah rendah hati, karena kerendahan hati itu sebenarnya tidak merendahkan diri sendiri. Apalagi merendahkan harga diri di antara sesama manusia.

Selanjutnya senyum adalah bagian dari ajaran yang mulia. Ada banyak hikmah di baliknya. Sederhana perwujudannya, namun istimewa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Senyum merupakan lambang kedamaian. Siapa yang melakukannya, tidaklah berlebihan jika dikatakan telah turut menyebarkan perdamaian. Betapa banyak kebencian telah dihilangkan oleh senyum penuh ketulusan. Jika dengan hal sesederhana ini kita mampu meluluhkan hati orang. Patutkah kita  marah-marah untuk meraih apa yang kita inginkan?

“Every action has an equal reaction.” Setiap aksi selalu memiliki reaksi yang setara. Siapa yang tak kenal ungkapan ini? Sebuah teori fisika yang sangat familiar di telinga. Yah, itu adalah bunyi penggalan hukum gaya newton tiga. Di dalamnya menerangkan suatu kaedah bahwa setiap gerakan (aksi) selalu memiliki timbal baliknya tersendiri (reaksi). Bahasa gampangnya sih, gak ada sesuatu yang percuma  gitu ya. Intinya setiap pergerakan akan memicu terjadinya pergerakan baru.

Sama halnya dengan sunatullah di dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap kali kita bertindak, tentu akan memicu tindakan baru sebagai respon dari tindakan yang kita lakukan. Pepatah mengatakan, “Man yazro’ yahshud”. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita panen esok nanti. Sepenggal kisah penyair jahiliyah di atas, setidaknya memberikan banyak ibrah bagi kita. Bahwa apa yang kita lakukan kepada sesama manusia, itulah yang akan mempengaruhi sikap mereka kepada kita.

Barangkali selama ini ada perlakuan buruk yang dialamatkan pada kita. Entah itu dari keluarga, saudara, teman, guru atau siapapun itu. Tidak ada salahnya jika kita mau bermuhasabah. Perlahan memperbaiki diri dan terus berbenah. Jangan-jangan sikap buruk mereka kepada kita, disebabkan oleh perlakuan kita sendiri yang kurang berkenan di hati mereka. Dan tidak ada salahnya jika kita mencoba resep yang telah diwasiatkan oleh Dzul Isba’ kepada putranya. Karena hakekatnya nilai-nilai yang terkandung darinya sama dengan ajaran agama kita. Anjuran untuk menjadi penyayang, rendah hati dan murah senyum. Mari bersama mencoba!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • binance konto skapande

    Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.

    1 October 2026 11:21 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi PPTQ Shirathun Najah dan Imam Syuhodo Full day School Sukses menggelar kegiatan Berbagi daging Qurban “ZERO PLASTIK”

    Kolaborasi PPTQ Shirathun Najah dan Imam Syuhodo Full day School Sukses menggelar kegiatan Berbagi daging Qurban “ZERO PLASTIK”

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Polokarto – Miri, Jum’at, 6 Juni 2025 Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ) Shirathun Najah Muhammadiyah Ranting Miri menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar desa Bulu, Polokarto, Sukoharjo.  Dengan mengadakan kegiatan Berbagi daging Qurban tanpa menggunakan Plastik ( Zero Plastik ), kegiatan berbagi daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 H. dengan membawa […]

  • Meriahkan Ramadhan 1446 H: Pimpinan Cabang Aisyiyah Ngunut Gelar Bazar

    Meriahkan Ramadhan 1446 H: Pimpinan Cabang Aisyiyah Ngunut Gelar Bazar

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 124
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Bazar Ramadhan menjadi agenda tahunan bagi warga Muhammadiyah cabang Ngunut Tulungagung. Tahun ini, Majlis Ekonomi Pimpinan Cabang Aisyiyah Ngunut menggelar bazar selama 2 hari pada hari Sabtu dan Ahad, 15-16 Maret 2025 M/ 15-16 Ramadhan 1446 H. Bertemakan “Semangat Kebersamaan Memajukan Ekonomi Ummat” menjadi harapan dan motivasi ibunda Aisyiyah Ngunut untuk memajukan […]

  • CEPAT TANGGAP, MDMC RESPON BANJIR KALTIM!

    CEPAT TANGGAP, MDMC RESPON BANJIR KALTIM!

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 338
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Melak – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kaltim mengirim tim menuju lokasi banjir (23/5). Tim pertama ini berfungsi menindaklanjuti hasil rapat koordinasi terkait banjir besar yang melanda dua kabupaten. Yakni Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat. Ketua MDMC Kaltim, Maridi Dirjo mengatakan langkah ini merupakan kelanjutan donasi tahap awal. Di mana Lazismu Kaltim sudah […]

  • Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

    Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Ditengah hiruk-pikuk dinamika politik di Indonesia dan nilai-nilai hukum yang semakin mengikis. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran menawarkan solusi, dengan menggelar Seminar Kebangsaan bertemakan “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia” di Ruang Pascasarjana UMS. Kegiatan ini sebagai ajang edukasi kepada mahasiswa agar melek […]

  • Merajut Inovasi Di Desa Purut: Kala Langkah Kkn Kelompok 9 Umsura Disambut Hangat Senyum Warga

    Merajut Inovasi Di Desa Purut: Kala Langkah Kkn Kelompok 9 Umsura Disambut Hangat Senyum Warga

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Probolinggo– Kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) secara resmi membuka rangkaian program pengabdian masyarakat di Balai Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (09/07/2026) malam. Acara yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga selesai ini dihadiri langsung oleh jajaran perangkat desa, Ketua Karang Taruna (Kartar), serta ibu-ibu kader desa […]

  • 7.000 Jamaah Meriahkan Apel Akbar Milad Muhammadiyah ke-112 di Purworejo

    7.000 Jamaah Meriahkan Apel Akbar Milad Muhammadiyah ke-112 di Purworejo

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 177
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purworejo – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo menggelar Apel Akbar dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-112 pada Senin (18/11/2024) di Alun-alun Kabupaten Purworejo. Acara yang dihadiri oleh sekitar 7.000 jamaah ini melibatkan berbagai komponen Muhammadiyah, mulai dari pimpinan cabang, ranting, amal usaha, hingga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan masyarakat setempat. Ketua PDM […]

expand_less