Lama Tidak Berpraktik, Dokter Pram Menjalankan Tugas Sebagai Dai
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, Semarang — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026 di Semarang tidak hanya menjadi ajang konsolidasi dakwah komunitas, tetapi juga menampilkan kiprah para dai dengan latar belakang profesi yang beragam. Salah satunya adalah dr. Aristanto Prambudi, MARS., atau yang akrab disapa Dokter Pram.
Dokter Pram merupakan anggota LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi aktif berpraktik sebagai dokter, namun memilih menekuni medan dakwah komunitas. Keputusan ini menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk tetap berkhidmat bagi umat, meskipun tidak lagi melalui layanan medis secara langsung.
Dalam Rakornas tersebut, dr. Aristanto Prambudi, MARS. tercatat aktif dalam forum strategis nasional, yakni Pleno 3: Data Nasional Dakwah Muhammadiyah. Ia dipercaya menjadi salah satu anggota pimpinan sidang, bersama sejumlah penggerak dakwah komunitas dari berbagai wilayah. Forum ini membahas penguatan basis data dakwah Muhammadiyah, mulai dari profil dai komunitas hingga pemetaan potensi dakwah berbasis komunitas.
Keterlibatan Dokter Pram dalam pleno ini mencerminkan peran pentingnya dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah yang lebih terstruktur dan berbasis data. Baginya, dakwah komunitas tidak cukup hanya mengandalkan semangat, tetapi juga memerlukan perencanaan yang matang, pemetaan yang jelas, serta sinergi lintas wilayah dan profesi.
“Dakwah adalah ruang pengabdian yang luas. Ketika saya tidak lagi berada di ruang praktik medis, saya menemukan ladang amal lain yang tidak kalah penting, yakni mendampingi umat melalui dakwah komunitas,” ujarnya.
Melalui kiprahnya di LDK PP Muhammadiyah, dr. Aristanto Prambudi, MARS. menjadi contoh bahwa keahlian profesional dapat bertransformasi menjadi kekuatan dakwah. Pengalaman dan kedisiplinan dunia medis yang ia miliki kini berkontribusi dalam penguatan sistem dakwah Muhammadiyah, khususnya di ranah komunitas.
Rakornas II LDK PP Muhammadiyah sendiri menjadi momentum penguatan peran dai komunitas dalam menjawab tantangan sosial umat. Di tengah dinamika tersebut, kisah Dokter Pram menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah adalah medan pengabdian yang inklusif, terbuka, dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dari berbagai latar belakang. (Ain Nurwindasari)
- Penulis: Kabar Muhammadiyah
Saat ini belum ada komentar