Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Wacana Daerah Istimewa Surakarta Kembali Mengemuka, MHH PWM Jawa Tengah dan MHH PDM Surakarta Gelar Diskusi Publik

Wacana Daerah Istimewa Surakarta Kembali Mengemuka, MHH PWM Jawa Tengah dan MHH PDM Surakarta Gelar Diskusi Publik

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Surakarta – Wacana pembentukan Daerah Istimewa Solo kembali mengemuka dalam agenda rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR RI dengan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 24 April 2025 yang lalu. Terdapat lebih dari 340 usulan daerah yang mengajukan daerah otonomi baru.

Rincian usulan tersebut yakni 42 usulan pembentukan provinsi, 252 kabupaten, 365 kota, ada 6 yang mengusulkan daerah istimewa dan 5 daerah meminta daerah khusus. Usulan kota Solo menjadi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) tentu menjadi menarik karena saat ini Solo menjadi magnet perhatian publik karena presiden ke 7 Indonesia dan wakil presiden saat ini berasal dari kota yang berjulukan Spirit of Java itu.

Menyikapi hal tersebut, Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bekerja sama dengan MHH Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta menggelar diskusi publik DELICTUM (Dialogue Of Law In Contemporary Meaning) dengan tema “Kajian Otonomi Daerah: Wacana Pembentukan Daerah Istimewa Surakarta dan Provinsi Soloraya”.

Diskusi dibuka oleh M. Junaidi, S.Ag.,M.Ag., selaku Anggota MHH PWM Jawa Tengah sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Materi pertama diawali oleh Prof. Ni’matul Huda yang memberikan penjelasan tentang Daerah Istimewa Surakarta dalam perspektif yuridis,” ungkap dosen UMS itu, Jumat (16/5).

Diskusi yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh dua narasumber yang cukup kompeten dan berpengalaman, diantaranya adalah Prof. Dr. Ni’matul Huda, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) dan H. Dedy Purnomo yang merupakan ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Surakarta yang juga pernah menjabat sebagai wakil ketua komisi DPRD Surakarta.

Pakar Hukum Tata Negara UII itu menyampaikan bahwa pengajuan daerah Solo Raya sebagai provinsi baru lebih dimungkinkan daripada membentuk daerah istimewa yang layaknya seperti Yogyakarta.

Ia menegaskan bahwa pemekaran daerah secara konstitusionalitas memiliki syarat-syarat sebagai berikut, antara lain : (1) Aspirasi sebagian besar masyarakat setempat dalam bentuk Keputusan BPD untuk desa dan Forum Komunikasi Kelurahan atau nama lain untuk kelurahan di wilayah yang menjadi calon cakupan wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang akan dimekarkan; (2) Keputusan DPRD kabupaten/kota berdasarkan aspirasi sebagian besar masyarakat setempat; (3) Bupati/walikota dapat memutuskan untuk menyetujui atau menolak aspirasi tersebut dalam bentuk keputusan bupati/walikota berdasarkan hasil kajian daerah.

Lebih lanjut, Prof Ni’mah dalam kesimpulannya memberikan beberapa poin penting. Apa keistimewaan yang hendak diajukan? Apakah juga menghendaki seperti DIY? Siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur? Apakah warga Solo Raya juga menginginkan menjadi DIS?

“Perlu kajian yang lebih mendalam dan detail. Secara hukum, dapat mengajukan judicial review ke MK dengan mengacu pada pertimbangan dalam Putusan MK 2013. Legal standing pemohon dan argumentasi permohonan diperbarui dan dipertajam. Secara politik, ditempuh dengan mengajukan pemulihan atau pembentukan daerah istimewa kepada DPR dan Presiden,” ujarnya.

Materi kedua dilanjutkan oleh H. Dedy Purnomo, S.S.,S.H.,M.H., dari MHH PDM Kota Surakarta yang juga sekaligus pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Surakarta periode 2009-2014. Dedy memberikan penjelasan tentang wacana otonomi daerah solo ini dalam perspektif potensi-potensi yang dimiliki secara khusus oleh daerah Solo Raya. Dalam penyampaiannya, Dedy menguraikan bahwa solo raya memiliki beragam potensi untuk menjadi provinsi baru, diantaranya adalah peluang otonomi jauh lebih besar, Pendidikan dan kebudayaan jauh lebih berkembang, peningkatan peran kasunanan dalam mengambil Keputusan, peningkatan pariwisata, inovasi dan fleksibilitas, serta peningkatan ekonomi lokal.

Lebih lanjut, meskipun memiliki banyak potensi, namun tidak memungkiri memiliki kendala dalam wacana potensi tersebut, pak dedy menyampaikan bahwa “Kendala utama dalam pendirian Daerah Istimewa Surakarta adalah adanya tantangan dari efisiensi anggaran dan potensi kecemburuan sosial antar daerah. Selain itu, sejarah Surakarta yang bergabung dengan Jawa Tengah setelah kemerdekaan juga menjadi faktor penghambat,” tegasnya.

Di penghujung diskusi yang digelar pada Senin, (12/5) hampir seluruh peserta terlihat sangat antusias dengan kajian tersebut dengan melontarkan beragam pertanyaan yang menarik. Sebagian peserta diskusi menginginkan solo raya dapat menjadi provinsi sendiri daripada menjadi daerah Istimewa, yang dinilai bahwa Masyarakat solo raya sudah terbiasa dengan diselenggarakannya Pilkada langsung. Selain itu, menjadi provinsi sendiri menjadi usulan yang cukup menguntungkan karena dapat mempermudah aksesibilitas pemerintahan dan pelayanan publik. (Mahen/Habib/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Dorong Penguatan Fundraising dan Digitalisasi Lembaga Filantropi Diaspora di Turki

    UMS Dorong Penguatan Fundraising dan Digitalisasi Lembaga Filantropi Diaspora di Turki

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas kontribusi internasional dalam pengembangan lembaga filantropi berbasis Muhammadiyah. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat – Kemitraan Internasional (PKM-KI), UMS melaksanakan kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas Fundraising dan Digitalisasi Organisasi LazisMu Turki Berbasis Nilai Kemuhammadiyahan.” Program ini diketuai oleh Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE bersama tim […]

  • Safari Ramadan 1447 H, PDM Kukar Sambangi Anggana Perkuat Silaturahim

    Safari Ramadan 1447 H, PDM Kukar Sambangi Anggana Perkuat Silaturahim

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 7
    • 0Komentar

      Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kutai Kartanegara menggelar Safari Ramadan 1447 H/2026 M sebagai bagian dari agenda rutin tahunan yang menjangkau seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di wilayah tersebut. Salah satu titik kegiatan berlangsung di Masjid Mujahiddin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian resmi Safari Ramadan PDM […]

  • DikDasMen PP Muhammadiyah Dukung Kepala Sekolah Tulungagung Tingkatkan Mutu Pendidikan

    DikDasMen PP Muhammadiyah Dukung Kepala Sekolah Tulungagung Tingkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 3
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Dalam rangka pengembangan sekolah/madrasah Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (DikDasMen) dan Pendidikan NonFormal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung mengadakan kegiatan follow up bersama dengan tema “Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Tulungagung” pada Kamis (24/4/2025) di Aula Masjid Al-Fattah Tulungagung. Kegiatan ini diadakan sebagai follow up dari program Diksuspala […]

  • PWA Kaltim Dukung Gerakan Pangan Lokal Melalui Lomba Menu B2SA

    PWA Kaltim Dukung Gerakan Pangan Lokal Melalui Lomba Menu B2SA

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Samarinda – Dukungan terhadap gerakan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal kembali ditunjukkan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Timur. Melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK), organisasi perempuan Muhammadiyah ini ikut serta dalam Lomba Kreasi Menu B2SA Nonberas-Nonterigu yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Sabtu, 11 Oktober 2025 di Pendopo Lamin […]

  • Iman dan Amal Saleh, Pilar Utama dalam Pemanfaatan Waktu

    Iman dan Amal Saleh, Pilar Utama dalam Pemanfaatan Waktu

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 176
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – KH Ahmad Dahlan pernah mengajarkan surah Al-Ashr kepada murid-muridnya selama delapan bulan. Meskipun pada awalnya mendapat protes karena dianggap terlalu lama untuk mempelajari surat yang hanya terdiri atas tiga ayat, para murid akhirnya memahami kedalaman makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara Peresmian Gedung […]

  • Mahasiswa FEB UMS masuk Top 10 Nasional J&T Super Seller Competition 2026

    Mahasiswa FEB UMS masuk Top 10 Nasional J&T Super Seller Competition 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ahmad Fauzan Tirmidzi, kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Melalui bisnis yang dirintisnya, Kubik Society Clothing Company, ia berhasil masuk dalam Top 10 J&T Super Seller Competition 2026 dan memperoleh dana inkubasi senilai Rp20 juta untuk mengembangkan usahanya. J&T Super Seller […]

expand_less