Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita »  Kader Digital Muhammadiyah Harus Jadi Corong Persyarikatan

 Kader Digital Muhammadiyah Harus Jadi Corong Persyarikatan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID Semarang – Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah resmi digelar pada 6–7 Maret 2026 di Balai Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia (BPMSD) Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: Dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile.” Acara tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bekerja sama dengan sejumlah lembaga Muhammadiyah.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang memiliki minat dalam bidang jurnalistik, literasi media, serta pengembangan dakwah digital di lingkungan Muhammadiyah. Pesantren jurnalistik ini menjadi ruang belajar sekaligus penguatan kapasitas bagi kader Muhammadiyah agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mendukung dakwah persyarikatan di ruang digital.

Dalam sambutannya, Sekretaris MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anam Sutopo menegaskan pentingnya peran kader Muhammadiyah dalam dunia jurnalistik digital. Ia menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu menjadi corong persyarikatan yang menyuarakan nilai-nilai Islam berkemajuan melalui berbagai platform media digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi. Oleh karena itu, Muhammadiyah perlu memiliki kader-kader yang mampu memproduksi dan mendistribusikan konten yang berkualitas, informatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Peserta akan menjadi corong persyarikatan di leading sector. Karena kompetitor kita yang paling kuat ketika bicara terkait jurnalistik digital adalah tetangga sebelah,” ujar Prof. Anam dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa dalam konteks dakwah digital, persaingan dalam memproduksi konten yang menarik dan berpengaruh sangatlah tinggi. Berbagai kelompok dan organisasi telah memanfaatkan media digital secara intensif untuk menyampaikan gagasan dan pengaruhnya kepada masyarakat. Karena itu, Muhammadiyah juga perlu memperkuat kapasitas kader-kadernya agar tidak tertinggal dalam memanfaatkan ruang digital sebagai sarana dakwah.

Lebih lanjut, Ia menilai bahwa Muhammadiyah sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan media digital. Potensi tersebut dapat dilihat dari banyaknya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Jaringan AUM yang luas tersebut dapat menjadi sumber informasi, inspirasi, serta publikasi yang sangat kuat bagi pengembangan dakwah digital Muhammadiyah.

Namun demikian, ia mengakui bahwa potensi besar tersebut belum sepenuhnya terkelola secara optimal. Karena itu, kehadiran kader-kader digital Muhammadiyah yang memiliki kemampuan dalam bidang jurnalistik, penulisan, dan produksi konten media menjadi sangat penting untuk mengelola dan memaksimalkan potensi tersebut.

Melalui kegiatan Pesantren Jurnalistik ini, para peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari teknik penulisan berbasis kecerdasan buatan (AI), strategi produksi konten digital, hingga keterampilan videografi menggunakan perangkat mobile. Keterampilan tersebut diharapkan mampu mendukung para peserta dalam menciptakan konten dakwah yang kreatif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, kader Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi penggerak dakwah digital yang aktif serta menjadi sumber publikasi yang menyebarkan gagasan Islam progresif di ruang publik. Melalui peran tersebut, Muhammadiyah diharapkan dapat semakin memperluas pengaruh dakwahnya sekaligus mewujudkan cita-cita persyarikatan dalam membangun masyarakat Islam yang berkemajuan.

Kontributor: Amtsal Ajhar

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semua Wali Murid Bisa Menjadi Guru

    Semua Wali Murid Bisa Menjadi Guru

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Oleh: Muhamad Hafidh As shafa Kader IMM FAI Universitas Ahmad Dahlan  Pagi belum genap membuka tirai mentari saat Sri Wahyuni (38) memanggil anak-anak di lorong kecil Kampung Karanglo, Yogyakarta. Di tangan kirinya, ia membawa buku-buku cerita dan satu papan tulis kecil yang sudah lama bersahabat dengan debu. Di depan rumah kontrakan mungil itu, ia memulai […]

  • Ada Jihad Yang Terlupakan!

    Ada Jihad Yang Terlupakan!

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.319
    • 0Komentar

    (Oleh: M. Andhim) Akhir-akhir ini kata jihad menjadi topik yang cukup hangat untuk diperbincangkan. Hal ini dipicu dari beberapa peristiwa yang terjadi belakangan. Mulai dari penggerebekan terduga teroris oleh pihak berwenang, pengeboman lingkungan rumah ibadah, hingga yang terbaru penyerangan markas kepolisian. Masifnya informasi dari berbagai media menyebabkan isu yang hangat cepat berkembang. Apa yang kita […]

  • Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

    Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Sebuah desa kecil bernama Desa Cisarua, Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 17 Desember 1999. Lahirlah seorang anak yang kelak akan menjadi salah satu pejuang dakwah di Ibukota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Ia bernama Moch Hisyam Ramadhan. Kini, nama Hisyam tak asing lagi sebagai pendakwah di tanah regional IKN tepatnya mengabdi di Pondok […]

  • Berlandaskan Moral dan Kemanusiaan, Morality Movement Foundation Gelar Aksi Sosial

    Berlandaskan Moral dan Kemanusiaan, Morality Movement Foundation Gelar Aksi Sosial

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukabumi, Morality Movement Foundation (MMF) merupakan komunitas yang bergerak di ranah moral dan kemanusiaan dengan misi menegakkan nilai etika, keadilan, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak ketidakadilan maupun keterbatasan ekonomi. Dengan visi mewujudkan keadilan sosial yang bermartabat dan berkelanjutan, MMF hadir sebagai wadah transformatif yang mendorong generasi muda menjadi agen perubahan melalui program-program […]

  • Gus Bach: Kader Diaspora adalah Duta dan Jembatan Peradaban Muhammadiyah

    Gus Bach: Kader Diaspora adalah Duta dan Jembatan Peradaban Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menutup kegiatan Coaching Instruktur Pendamping Perkaderan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) wilayah “Asia Pasifik dan Mediterania” (Maroko, Libya, Thailand, dan Mesir) pada Kamis (4/7). Acara yang berlangsung secara daring melalui _zoom meeting_ ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gerak […]

  • Mushaf di Ujung Jari: Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Era Digital 5.0

    Mushaf di Ujung Jari: Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Era Digital 5.0

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Oleh: Rizky Aldiansyah Al-Qur’an, sebagai kitab suci umat Islam, memberikan sumber utama ilmu pengetahuan, moralitas, dan petunjuk hidup bagi semua orang. Sejak masa Rasulullah saw hingga saat ini, Al-Qur’an telah dipelajari, dihayati, dan diamalkan dalam berbagai aspek kehidupan. Sejak masa sahabat hingga kini, tradisi talaqqi dan tahfidz tetap menjadi dasar pembelajaran Qur’an. Seorang guru atau […]

expand_less