Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kukuh Prakosa Agustian, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu

K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembaharu Islam paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Ia lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga religius dan mendapat pendidikan agama secara tradisional. Perjalanan intelektualnya berkembang pesat setelah ia menunaikan ibadah haji dan bermukim beberapa tahun di Mekkah. Di kota suci inilah ia berkenalan dengan gagasan modernisme Islam yang dipengaruhi oleh tokoh-tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Pemikiran mereka tentang pentingnya ijtihad, rasionalitas, serta keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan modern sangat memengaruhi pola pikir Ahmad Dahlan. Sekembalinya ke tanah air, ia membawa semangat baru untuk mengangkat umat Islam dari keterbelakangan, terutama melalui jalur pendidikan.

Secara umum, Ahmad Dahlan menyadari bahwa kondisi pendidikan umat Islam pada masa kolonial sangat tertinggal dibanding bangsa Barat. Sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah kolonial lebih menekankan ilmu pengetahuan modern, tetapi terbatas untuk kalangan tertentu, sementara pesantren tradisional hanya fokus pada ilmu agama tanpa memberikan ruang bagi ilmu umum. Akibatnya, umat Islam kurang memiliki bekal untuk menghadapi tantangan zaman. Melihat kenyataan itu, Ahmad Dahlan berkesimpulan bahwa pembaruan pendidikan merupakan jalan utama untuk membangkitkan umat. Pendidikan harus memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern sehingga menghasilkan generasi muslim yang saleh sekaligus cerdas, berakhlak sekaligus terampil, dan beriman sekaligus berdaya saing.

Pemikiran inti Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dapat dilihat dari langkah nyata yang ia lakukan. Pertama, ia mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah dengan sistem klasikal dan kurikulum teratur. Berbeda dengan model pesantren tradisional, sekolah Muhammadiyah memasukkan pelajaran umum seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa Belanda, dan ilmu sosial di samping pelajaran agama. Dengan cara ini, ia ingin membentuk manusia muslim yang seimbang antara kebutuhan spiritual dan keterampilan hidup di dunia modern.

Kedua, ia menekankan metode pengajaran yang praktis, rasional, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga teladan moral bagi murid. Ahmad Dahlan menginginkan agar pendidikan tidak berhenti pada hafalan teks, melainkan menumbuhkan pemahaman dan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya pembacaan Al-Qur’an secara kontekstual, misalnya melalui tafsir surat Al-Ma’un yang mengajarkan kepedulian sosial. Murid-muridnya tidak hanya diminta menghafalkan ayat, tetapi juga mempraktikkannya dengan membantu fakir miskin, mendirikan rumah yatim, dan membangun amal usaha.

Ketiga, Ahmad Dahlan memberikan perhatian besar pada pendidikan perempuan. Pada masa itu, pendidikan bagi perempuan masih dianggap tabu. Namun, ia berpendapat bahwa perempuan juga harus memperoleh ilmu agar mampu mendidik generasi yang lebih baik. Dari sinilah lahir Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang berperan penting dalam memajukan pendidikan kaum perempuan Indonesia. Gagasan ini menunjukkan betapa visionernya Ahmad Dahlan dalam memandang kesetaraan gender dalam pendidikan.

Keempat, ia menekankan pentingnya pendidikan yang membentuk akhlak mulia. Bagi Ahmad Dahlan, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan orang pintar, tetapi juga pribadi yang beriman, jujur, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum sekolah Muhammadiyah selalu menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan sosial. Dengan demikian, pendidikan yang ia gagas adalah pendidikan holistik yang membentuk manusia seutuhnya.

Dari gagasan-gagasan tersebut, dapat dilihat bahwa pemikiran modern K.H. Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan berakar pada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan akal sehat dan perkembangan zaman. Baginya, modernisasi pendidikan bukan berarti meniru Barat secara mentah, melainkan mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Pandangan ini menjadikan Muhammadiyah sebagai pelopor dalam menciptakan lembaga pendidikan Islam modern di Indonesia yang hingga kini berkembang pesat dengan ribuan sekolah, madrasah, universitas, rumah sakit, dan amal usaha lainnya.

Kesimpulannya, K.H. Ahmad Dahlan adalah tokoh pendidikan Islam modern yang berperan besar dalam membangkitkan kesadaran umat melalui jalur pembaruan pendidikan. Ia mengajarkan bahwa pendidikan Islam harus terbuka terhadap ilmu pengetahuan modern, menekankan praktik sosial, memberi ruang bagi perempuan, serta membentuk akhlak mulia. Pemikirannya tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah terbukti memberi dampak nyata bagi bangsa Indonesia hingga saat ini. Melalui Muhammadiyah, warisan pendidikan yang ia gagas terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari perjalanan modernisasi pendidikan Islam di tanah air.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDA Lebong Gelar Pelatihan Mubalighat, Perkuat Dakwah Berkemajuan dan Kontekstual

    PDA Lebong Gelar Pelatihan Mubalighat, Perkuat Dakwah Berkemajuan dan Kontekstual

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 148
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lebong menyelenggarakan Pelatihan Mubalighat ‘Aisyiyah dengan tema “Peningkatan Kapasitas Mubalighat Berkemajuan dan Metode Dakwah Kontemporer”, Ahad (27/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Muara Aman ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas ketua dan sekretaris majelis di lingkungan PDA Lebong serta […]

  • Atasi Krisis Air, UMS Terapkan Teknologi Sumur Dalam dan Irigasi Tetes untuk Budidaya Singkong Kingkong

    Atasi Krisis Air, UMS Terapkan Teknologi Sumur Dalam dan Irigasi Tetes untuk Budidaya Singkong Kingkong

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan. Melalui program Pengabdian Dosen Berbasis Pemberdayaan (PDB), UMS mendampingi Kelompok Budidaya (KBD) Suharno di Desa Kaligentong, Kecamatan Gladagsari, Boyolali, untuk implementasi teknologi sumur dalam dan irigasi tetes. Program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan budidaya singkong varietas Kingkong […]

  • Mahasiswa Prodi Administrasi Publik UM Bandung Perluas Wawasan Motivasi Kerja Lewat Guest Lecture Inspiratif

    Mahasiswa Prodi Administrasi Publik UM Bandung Perluas Wawasan Motivasi Kerja Lewat Guest Lecture Inspiratif

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 135
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan ”Guest Lecture on Disnaker” dalam rangkaian mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik. Acara ini diikuti oleh delapan puluh mahasiswa semester lima dan berlangsung pada Senin (09/12/2024). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Jalan Martanegara Nomor 4, ini […]

  • FT UMS Gelar Summer Camp 2026, Hadirkan Pengalaman Lintas Budaya bagi Mahasiswa Internasional

    FT UMS Gelar Summer Camp 2026, Hadirkan Pengalaman Lintas Budaya bagi Mahasiswa Internasional

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) menggelar Science & Engineering Summer Camp 2026 untuk pertama kalinya, yang diselenggarakan pada 21-25 Juli 2026. Dengan mengusung tema “Living with the Community: Exploring Local Challenges Across Cultures, Shaping Global Perspectives”. Penyelenggaraan Science & Engineering Summer Camp 2026 menjadi […]

  • Terus Bermanfaat! Ruang Merdeka Bagi-Bagi Pakaian di Lapak Gratis

    Terus Bermanfaat! Ruang Merdeka Bagi-Bagi Pakaian di Lapak Gratis

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 181
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Ruang Merdeka kembali mengadakan kegiatan lapak gratis yang kali ini bertempat di samping Kelurahan Kenjeran pada hari Ahad (30/6/2024). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama anak-anak yang tampak antusias datang dan mengikuti acara tersebut. Wahyu Firmansyah, salah satu pegiat Ruang Merdeka, menyatakan bahwa pada kesempatan kali ini mereka hanya menyalurkan […]

  • UMS Bidik Kerjasama Strategis dengan Perguruan Tinggi di Uni Emirat Arab

    UMS Bidik Kerjasama Strategis dengan Perguruan Tinggi di Uni Emirat Arab

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menjalin kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah, khususnya di Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor V UMS, Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., usai bertemu langsung dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab […]

expand_less